Bayang-Bayang Retaknya Koalisi, Kongres PKR Digelar Saat Kekalahan Menumpuk

Kongres Partai Keadilan Rakyat berlangsung pada saat stabilitas Pemerintahan Persatuan Malaysia turut menghadapi perhatian besar. Selain tekanan internal PKR, kongres nasional DAP yang digelar bersamaan dapat memengaruhi komposisi pemerintahan hingga akhir masa jabatan parlemen.

Sekitar 4.000 delegasi DAP dijadwalkan memberikan suara secara rahasia mengenai keberlanjutan para pemimpin partai itu di pemerintahan. Jika pemimpin DAP meninggalkan kabinet dan kembali menjadi anggota parlemen biasa, stabilitas koalisi berpotensi terdampak.

DAP menyerahkan keputusan kepada delegasi

Sekretaris Jenderal DAP Anthony Loke menyatakan komite eksekutif pusat tidak mengambil posisi dalam pemungutan suara tersebut. Keputusan mengenai kelanjutan para pemimpin DAP di pemerintahan sepenuhnya diserahkan kepada para delegasi.

DAP merupakan mitra penting PKR dalam Pemerintahan Persatuan yang melibatkan Pakatan Harapan, Barisan Nasional, Gabungan Partai Sarawak, dan blok lainnya. Dinamika di DAP menambah konteks politik bagi kongres PKR yang akan digelar di Melaka International Trade Centre, Ayer Keroh, pada Jumat (14/8).

PKR membawa beban tiga hasil pemilu

Di dalam partai sendiri, PKR memasuki kongres setelah meraih tiga dari 36 kursi pada dua pemilu negara bagian terakhir di Johor dan Negeri Sembilan. Hasil itu mengikuti penampilan PKR yang mengecewakan dalam pemilu Sabah pada November lalu.

Wilayah pemiluCatatan PKRPosisi dalam rangkaian hasil
SabahTampil mengecewakanPemilu November lalu
Johor dan Negeri Sembilan3 dari 36 kursiDua pemilu negara bagian terakhir

Kongres ini awalnya direncanakan pada 26-28 Juni, lalu ditunda untuk memberi waktu tambahan bagi persiapan mesin politik menghadapi pemilu Johor dan Negeri Sembilan. Namun, hasil pemilu tersebut belum memberi tanda perbaikan elektoral bagi PKR.

Associate Professor Syaza Shukri dari International Islamic University Malaysia menilai pertanyaan utama dalam Kongres PKR adalah kesediaan partai mengevaluasi kemunduran elektoralnya secara menyeluruh. Ia menilai partai kemungkinan memilih memperkuat barisan di sekitar Anwar Ibrahim serta mengalihkan kesalahan kepada Umno.

Polemik MyKhas memperlihatkan ketegangan

Masalah lain muncul setelah lima anggota parlemen PKR pada Sabtu menuding partai menyalahgunakan kekuasaan. Tuduhan tersebut berkaitan dengan hilangnya akses sejumlah anggota parlemen ke portal alokasi khusus MyKhas.

Rodziah Ismail dari Ampang menjadi anggota parlemen PKR ketiga yang kehilangan akses itu. Wong Chen, mantan anggota parlemen Subang, serta Lee Chean Chung dari Petaling Jaya telah lebih dahulu mengalami hal yang sama.

Anwar menyatakan dana MyKhas langsung disalurkan kepada institusi dan bukan melalui anggota parlemen. Ia mengatakan praktik itu telah lama berlaku, meski penjelasan tersebut belum meredakan ketegangan internal.

Wong Chen kemudian mengundurkan diri dari PKR dan bergabung dengan Rafizi Ramli serta Nik Nazmi Nik Ahmad di Bersama. Ketiganya terkait dengan acara pada Mei ketika Rafizi dan Nik Nazmi mengumumkan pengambilalihan Bersama.

Kelompok Bersama berpotensi bersaing dengan PKR dalam menjangkau pemilih yang sama, khususnya kalangan berorientasi reformasi. Tantangan itu hadir ketika PKR mulai membuka pembicaraan dengan Barisan Nasional untuk menghadapi pemilu negara bagian Melaka.

Posisi Nurul Izzah

Nurul Izzah Anwar meminta mundur sebagai wakil presiden, dan Dewan Pimpinan Pusat PKR memberinya cuti sementara yang berlaku setelah kongres. Fahmi Fadzil membantah bahwa langkah tersebut menunjukkan ketidakstabilan partai.

Menurut Fahmi, Nurul Izzah tetap dijadwalkan membuka kongres sayap perempuan dan pemuda PKR. Sementara itu, Syaza menilai peluang terbesar PKR berada pada upaya merebut hati pemilih Melayu tengah sambil menjawab keresahan kader di akar rumput.

Baca Juga