Kesepakatan Hormuz Belum Membuka Dagang, Iran Menunggu Tindakan AS

Kesepakatan Iran dan Oman di Selat Hormuz belum membuka kembali jalur perdagangan secara normal. Teheran menegaskan normalisasi aktivitas kapal masih menunggu tindakan Amerika Serikat yang sesuai dengan tuntutan Iran.

Pemerintah Iran mempersoalkan ancaman militer dan blokade laut yang dinilainya ilegal. Selain penghentian tindakan tersebut, Teheran juga meminta kompensasi atas pelanggaran komitmen yang disebut terjadi dalam dua bulan terakhir.

Jalur Dagang Belum Pulih

Kesepakatan yang telah dicapai Iran dan Oman baru berupa peta rute pelayaran untuk meningkatkan keselamatan di perairan strategis itu. Karena itu, hasil perundingan belum dapat diartikan sebagai pemulihan penuh bagi pelayaran komersial.

Iran mengaitkan pembukaan kembali jalur perairan dengan kewajiban Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman yang menjadi dasar pembicaraan. Faktor tersebut berada di luar pembahasan teknis mengenai arah dan tata kelola rute kapal bersama Oman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan bahwa pembicaraan rute telah menghasilkan kemajuan positif. Namun, ia menegaskan masih ada proses yang harus dituntaskan sebelum pengaturan itu dinyatakan selesai sepenuhnya.

Oman Menjadi Mitra Pengaturan Rute

Iran menyebut pengaturan pelayaran ini sebagai kesepakatan independen antara dua negara pesisir Selat Hormuz. Teheran dan Muscat menempatkan keselamatan pelayaran serta penghormatan atas kedaulatan masing-masing sebagai dasar utama pembahasan.

Posisi Oman penting karena negara tersebut menjadi mitra langsung Iran dalam penyusunan jalur aman. Kedua pihak menjalankan negosiasi teknis berlandaskan nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni.

Kementerian Luar Negeri Iran memimpin koordinasi penyusunan rute dengan melibatkan otoritas terkait di bidang pertahanan, keamanan, dan lingkungan. Keterlibatan lintas sektor itu diperlukan karena pengaturan pelayaran menyentuh aspek navigasi sekaligus keamanan perairan.

TahapanKeterangan WaktuStatus
Nota kesepahaman18 JuniMenjadi fondasi jalur pelayaran aman
Pembahasan teknisSekitar tiga bulanKerangka pengaturan rute dibahas
Kemajuan negosiasiTiga pekan terakhirPeta rute disepakati
Dokumen lanjutanMasih berjalanPernyataan bersama disusun

Peta Rute Sudah Ada, Dokumen Belum Lengkap

Baghaei mengatakan Iran dan Oman belum merampungkan pernyataan bersama setelah mencapai kesepakatan peta rute. Pertukaran antara Teheran dan Muscat akan tetap berlangsung sampai dokumen itu diselesaikan.

Artinya, kesepakatan teknis belum sepenuhnya menjadi mekanisme pelayaran yang final bagi kedua negara. Tahap lanjutan diperlukan untuk melengkapi pengaturan yang telah dibahas dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam pernyataannya kepada Defa Press pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Baghaei menyebut kesepakatan lahir setelah kemajuan pembicaraan selama tiga pekan terakhir. “Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan telah mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan telah dicapai mengenai peta rute pelayaran,” katanya.

Keselamatan Pelayaran Menjadi Fokus Awal

Rute yang disepakati Iran dan Oman dirancang sebagai jalur aman bagi pelayaran di Selat Hormuz. Capaian tersebut menjadi kemajuan penting dalam pengaturan dua negara pesisir, meski belum menjawab seluruh persoalan yang memengaruhi perdagangan laut.

Selama syarat Iran terhadap Amerika Serikat dan finalisasi pernyataan bersama belum selesai, status normalisasi tetap belum pasti. Dengan demikian, peta rute telah tersedia, tetapi jalur dagang di Selat Hormuz belum dapat disebut pulih sepenuhnya.

Baca Juga