Michael Carrick membawa Manchester United bangkit dari posisi ketujuh hingga finis di peringkat ketiga pada musim lalu. Pencapaian itu membuat Paul Scholes percaya Carrick memiliki modal kuat untuk membawa MU menjuarai Premier League.
Meski demikian, Scholes menilai pencapaian gelar belum realistis ditargetkan pada musim ini. Manchester United akan menghadapi situasi yang lebih berat, terutama karena bertambahnya pertandingan di tengah pekan.
Perubahan posisi MU pada musim lalu menjadi bukti bahwa Carrick mampu memberikan dampak cepat. Ia mengambil alih tim saat klub membutuhkan perbaikan hasil dan respons yang lebih stabil.
Carrick disebut berhasil mengembalikan ketenangan di ruang ganti. Suasana positif yang terbentuk kemudian menjadi salah satu bagian dari kebangkitan Manchester United.
Namun, keberhasilan tersebut hadir dalam kondisi yang berbeda dibandingkan musim baru. Carrick kini harus mengelola skuad dengan tuntutan pertandingan yang lebih sering dan lebih padat.
Rotasi Menjadi Ujian Utama
Jadwal tengah pekan berpotensi memengaruhi kebugaran pemain sepanjang musim. Karena itu, Carrick harus mampu menentukan rotasi tanpa mengurangi daya saing Manchester United.
Scholes menilai tambahan pertandingan akan membawa konsekuensi langsung terhadap skuad. Pelatih membutuhkan lebih banyak pilihan pemain untuk menjaga tim tetap kompetitif dalam setiap laga.
“Michael Carrick sekarang bakal harus mengatasi sepakbola tengah pekan dengan baik. Dia punya catatan luar biasa musim lalu, tapi semua situasinya mendukung dia, kalau Anda paham,” kata Scholes, dikutip Metro.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Scholes tidak meragukan kemampuan Carrick. Ia justru melihat tantangan musim ini sebagai ujian baru yang menentukan perkembangan pelatih tersebut.
“Sekarang tiba-tiba dia punya pertandingan-pertandingan tambahan ini, yang bakal berdampak ke skuad,” lanjut Scholes. Beban jadwal membuat MU perlu memiliki kedalaman tim yang lebih memadai.
Manajemen Mulai Memperkuat Tim
Manchester United telah memberikan tambahan opsi di lini tengah melalui Andrey Santos dan Youri Tielemans. Kedua pemain itu didatangkan untuk memperkuat area yang menjadi perhatian Carrick.
Tambahan pemain tengah memberi Carrick lebih banyak alternatif dalam mengatur susunan tim. Hal itu menjadi penting saat kebutuhan rotasi meningkat akibat jadwal pertandingan yang padat.
MU juga disebut masih memiliki niat merekrut pemain untuk posisi bek kiri. Penguatan tersebut menunjukkan proses membangun skuad masih terus berjalan.
Scholes memandang dukungan terhadap Carrick harus diberikan secara berkelanjutan. Carrick memerlukan kepercayaan dan sumber daya agar dapat membentuk tim yang benar-benar sesuai dengan gagasannya.
Target gelar dinilai tidak dapat hanya bergantung pada hasil kebangkitan dalam satu musim. Manchester United perlu membangun komposisi yang tepat secara bertahap agar mampu bersaing di level tertinggi.
Scholes tetap optimistis terhadap masa depan Carrick bersama klub lamanya. Ia percaya peluang menjuarai Premier League akan terbuka setelah fondasi tim terbentuk lebih matang.
“Saya rasa Michael Carrick bisa memenangi Premier League dengan Manchester United, tapi bukan musim ini,” ujar Scholes. “Tapi kalau dia bisa membangun tim yang tepat, dia bisa melakukannya nanti.”






