Fold 8 Menggoda Pengguna Muda iPhone, Desain Tipis Jadi Penentu di Korea

Galaxy Z Fold 8 mulai mengusik basis pengguna iPhone di Korea Selatan, terutama dari kelompok remaja hingga usia 30-an. Desain yang tipis, bobot ringan, dan layar besar saat dibuka menjadi alasan yang mendorong sebagian konsumen premium mempertimbangkan ponsel lipat Samsung.

Minat pasar terlihat dari preorder Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan yang mencapai 1,44 juta unit. Penjualan global perangkat tersebut juga dilaporkan telah melampaui 5 juta unit, menandakan penerimaan yang luas terhadap format ponsel lipat di segmen premium.

IndikatorDataKeterangan
Preorder Korea Selatan1,44 juta unitPemesanan awal Galaxy Z Fold 8
Penjualan globalLebih dari 5 juta unitPenjualan yang dilaporkan secara global
Pembeli muda50%Pelanggan preorder berusia remaja hingga 30-an
Pembeli perempuan mudaLebih dari dua kali lipatDibandingkan generasi sebelumnya

Data Samsung.com yang dikutip Korea JoongAng Daily menunjukkan bahwa separuh pelanggan preorder berasal dari kelompok remaja hingga 30-an. Kelompok ini menjadi penting karena umumnya memiliki perhatian tinggi terhadap tren desain dan pengalaman memakai ponsel sehari-hari.

Peningkatan pembelian dari perempuan muda disebut mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Perubahan itu menonjol karena sekitar 67% perempuan Korea Selatan berusia 20-an disebut menggunakan iPhone.

Desain Menjadi Pertimbangan Awal

Samsung mengembangkan Galaxy Z Fold 8 dengan inspirasi bentuk paspor yang dapat dibuka dan dilipat kembali. Saat tertutup, perangkat dirancang agar tetap nyaman digenggam, sementara layar yang lebih lapang tersedia ketika perangkat dibuka.

Bobot Galaxy Z Fold 8 tercatat 201 gram. Angka tersebut menjadi bagian dari upaya Samsung mengubah persepsi bahwa ponsel lipat selalu tebal dan berat.

Dalam pengamatan terhadap 20 perempuan berusia remaja hingga 30-an di Samsung Store Hongdae, kesan awal yang kerap muncul meliputi “cute”, “tipis”, “cantik”, dan “menarik”. Pertimbangan mengenai performa serta spesifikasi disebut datang setelah penilaian terhadap wujud fisik perangkat.

Konsep perangkat berasio 4:3 yang dapat dilipat seperti dompet atau paspor sebenarnya telah diperlihatkan Samsung pada CES 2013. Kemajuan teknologi selama 13 tahun kemudian memungkinkan gagasan tersebut diwujudkan dalam perangkat yang lebih ringan dan tipis.

Persepsi terhadap iPhone Ikut Bergeser

Unggahan di media sosial memperlihatkan adanya perubahan persepsi di kalangan sebagian pengguna muda. Sejumlah pengguna menyebut iPhone kini terasa seperti “HP bapak-bapak”, meski perubahan itu tidak berarti seluruh pengguna Apple meninggalkan ekosistemnya.

Jeong Da-um, pengguna berusia 26 tahun, berpindah dari iPhone 17 Pro ke Galaxy Z Fold 8 dan membagikan video pembukaannya di Instagram. Ia mengatakan, “Saya langsung jatuh cinta ketika melihatnya secara langsung karena sangat cantik.”

Pengguna lain, Jeong Seo-hee yang berusia 22 tahun, semula berencana beralih ke iPhone. Setelah mencoba Fold 8, ia mengubah pilihannya karena perangkat itu terasa ringan dan hasil fotonya dinilai memiliki estetika yang baik.

Ketertarikan terhadap perangkat ini juga mulai terlihat di Jepang, yang dikenal sebagai salah satu pasar kuat Apple. Menurut inet.detik.com, sejumlah varian Fold 8 sempat habis setelah penjualan dimulai pada 7 Agustus 2026.

Reservasi untuk mencoba perangkat tersebut di gerai utama Samsung di Harajuku, Tokyo, juga dilaporkan penuh. Persaingan di kelas premium berpotensi makin ketat apabila Apple benar-benar menghadirkan iPhone layar lipat pada masa mendatang.

Baca Juga