HP di Bawah 100 Dollar AS Makin Langka, Penjualannya di AS Terjun 64 Persen

Pilihan smartphone dengan harga di bawah 100 dollar AS di Amerika Serikat berpotensi semakin terbatas. Penjualan segmen tersebut merosot 64 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.

Penurunan itu jauh melampaui pelemahan pasar smartphone AS secara keseluruhan yang hanya turun 5 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan paling berat justru terjadi pada perangkat yang ditujukan bagi pembeli dengan anggaran paling rendah.

Data Counterpoint Research memperlihatkan pergeseran harga juga mulai terjadi pada kelas perangkat yang sebelumnya dianggap murah. Smartphone pada rentang 200-299 dollar AS mencatat kenaikan penjualan hampir 200 persen secara tahunan.

Pangsa segmen 200-299 dollar AS bahkan menjadi tiga kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya. Namun, lonjakan itu tidak semata-mata menunjukkan konsumen beralih secara sukarela ke ponsel yang lebih mahal.

Sejumlah model yang sebelumnya dijual di bawah 200 dollar AS kini masuk ke rentang harga lebih tinggi. Motorola, misalnya, menaikkan harga beberapa model Moto G pada kuartal II-2026.

Biaya Komponen Menekan Ponsel Murah

Counterpoint Research menilai kenaikan biaya komponen menjadi tekanan utama di segmen harga rendah. Harga memori dan penyimpanan meningkat ketika margin keuntungan ponsel murah memang sudah terbatas.

Permintaan RAM dari perusahaan teknologi berskala besar atau hyperscaler ikut memengaruhi kenaikan harga tersebut. Komponen itu dibutuhkan untuk pusat data serta layanan kecerdasan buatan atau AI.

Produsen ponsel murah kemudian menghadapi pilihan yang sulit. Mereka dapat menaikkan harga jual untuk menutup biaya, atau mengurangi pengiriman perangkat murah ke pasar AS.

Kedua pilihan tersebut sama-sama berdampak pada konsumen. Harga yang naik dapat mengurangi daya tarik perangkat, sedangkan pengurangan pasokan menyempitkan opsi di toko dan operator.

Segmen atau KelompokPerubahan PenjualanPeriode
Smartphone AS keseluruhanTurun 5 persenKuartal II-2026
Smartphone di bawah 100 dollar ASTurun 64 persenKuartal II-2026
Apple, Samsung, Motorola, dan GoogleTurun 4 persenKuartal II-2026
Produsen lainnyaTurun 45 persenKuartal II-2026

Vendor Besar Lebih Tahan Tekanan

Perbedaan dampak terlihat jelas antara kelompok merek utama dan produsen lain. Penjualan gabungan Apple, Samsung, Motorola, dan Google turun 4 persen, sementara produsen di luar empat merek itu merosot 45 persen.

Skala bisnis membantu pemain besar memperoleh komponen dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih terkendali. Keunggulan tersebut lebih sulit diraih vendor kecil yang selama ini mengandalkan perangkat berharga rendah.

Sejumlah pemain kecil mulai mengurangi operasi atau meninggalkan pasar AS. HMD telah keluar dari pasar AS pada 2025.

Menyusutnya persaingan memberi ruang lebih luas bagi Samsung dan Motorola, terutama pada layanan prabayar. Kedua merek itu menjadi pilihan penting operator ketika alternatif dari vendor murah semakin berkurang.

Pasar Prabayar Berubah

Penjualan smartphone prabayar di AS turun 11 persen secara tahunan. Meski demikian, pangsa Samsung naik 9 poin menjadi 47 persen dan Motorola bertambah 4 poin menjadi 32 persen.

Lini Galaxy A dan Moto G semakin diandalkan operator prabayar dalam kondisi pasar saat ini. Penguatan kedua merek itu terjadi bersamaan dengan melemahnya kompetitor pada segmen perangkat murah.

Tekanan harga diperkirakan berlanjut hingga kuartal III-2026 melalui kenaikan harga jual rata-rata smartphone. Perkiraan kenaikan harga iPhone 18 series juga dapat memengaruhi angka tersebut.

Apple secara historis menyumbang lebih dari 50 persen penjualan smartphone pada kuartal ketiga 2025. Karena itu, perubahan harga model iPhone teratas berpotensi mendorong pasar AS bergerak ke rentang harga yang lebih tinggi.

Baca Juga