Kemarau Makin Mengkhawatirkan di Jateng, Suhu Terik Bertemu Angin 35 Km/Jam

Kombinasi suhu terik dan angin hingga 35 kilometer per jam membuat musim kemarau di Jawa Tengah perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama pada area dengan vegetasi kering.

Suhu udara di sejumlah daerah bahkan diperkirakan menyentuh 34 derajat Celcius pada pertengahan Agustus 2026. Masyarakat diminta mencegah munculnya sumber api karena api kecil dapat cepat meluas saat angin bertiup kencang.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Sekitar

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok dapat memicu kebakaran ketika jatuh di lahan yang kering.

Pembakaran sampah terbuka juga perlu dihindari selama kondisi panas berlangsung. Api dari aktivitas tersebut dapat merembet ke area sekitar, khususnya apabila disertai tiupan angin.

Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap ancaman tersebut. “Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau,” ucap Ferry Oktarisa.

Angin dengan kecepatan sampai 35 kilometer per jam dapat mempercepat perambatan titik api. Faktor ini menjadi perhatian karena panas, udara kering, dan angin hadir dalam periode yang sama.

Sebaran Suhu Tinggi di Jawa Tengah

Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Semarang, dan Pekalongan termasuk wilayah yang berpotensi mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celcius. Daerah-daerah itu perlu memberi perhatian lebih terhadap potensi kebakaran selama kemarau.

WilayahPerkiraan SuhuKeterangan
Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Semarang, PekalonganHingga 34°CPotensi suhu maksimum harian
Solo Raya22–34°CSragen menjadi daerah terpanas

Secara keseluruhan, suhu udara di Jawa Tengah diprakirakan berada dalam rentang 16 hingga 34 derajat Celcius. Kelembapan udara diperkirakan berkisar 45 persen sampai 95 persen.

Solo Raya meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Kawasan ini diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan dengan suhu rata-rata 22 sampai 34 derajat Celcius.

Ferry Oktarisa menyebut kondisi pada awal hari berupa “Pagi cerah hingga cerah berawan.” Cuaca cerah dapat meningkatkan paparan panas bagi warga yang menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Antisipasi Risiko Kesehatan

BMKG juga mengingatkan warga untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat suhu meningkat. Penggunaan tabir surya diperlukan ketika tubuh terpapar panas matahari.

Antisipasi terhadap dampak suhu terik menjadi relevan mengingat perubahan catatan suhu di Kota Semarang. Data reanalisis iklim ERA5 mencatat rata-rata suhu harian Semarang naik dari 26,5 derajat Celcius pada era 1940 menjadi 27,7 derajat Celcius pada 2026.

Kenaikan catatan suhu tersebut menambah pentingnya kehati-hatian selama kemarau. Warga perlu menjaga kondisi tubuh sekaligus menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran di lahan terbuka.

Baca Juga