Jawa Tengah Jadi Kontributor Ekonomi Keempat, Kemiskinan Menyusut 81 Ribu Orang

Jawa Tengah menjadi kontributor ekonomi terbesar keempat secara nasional pada Semester I 2026. Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di provinsi ini turun 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.

Ekonomi Jawa Tengah tumbuh kumulatif 5,80 persen dan disebut lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional. Provinsi ini menyumbang 14,50 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa serta 8,19 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Posisi Jawa Tengah dalam Perekonomian

Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said memaparkan capaian ekonomi tersebut dalam jumpa pers daring pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kontribusi yang besar menunjukkan peran Jawa Tengah dalam aktivitas ekonomi di Pulau Jawa dan tingkat nasional.

IndikatorCapaian Semester I 2026
Pertumbuhan ekonomi kumulatif5,80 persen
Kontribusi ekonomi Pulau Jawa14,50 persen
Kontribusi ekonomi nasional8,19 persen
Peringkat kontributor nasionalKeempat

Penguatan Ekonomi Jawa Tengah turut didukung realisasi investasi di berbagai sektor usaha. Sepanjang Semester I 2026, nilai investasi mencapai Rp48,54 triliun dari 55.989 proyek.

Masuknya modal tersebut menyerap 213.217 tenaga kerja. Penyerapan kerja menjadi dampak langsung yang tercatat dari proyek-proyek investasi di Jawa Tengah.

Investasi Didominasi Modal Asing

Penanaman Modal Asing mencapai Rp25,92 triliun atau 53,40 persen dari total realisasi Semester I 2026. Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Pada triwulan I, nilai Investasi Jawa Tengah tercatat Rp23,02 triliun. Nilainya naik menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan II, atau meningkat 10,88 persen.

Rincian InvestasiNilai atau Porsi
Triwulan I 2026Rp23,02 triliun
Triwulan II 2026Rp25,53 triliun
Penanaman Modal AsingRp25,92 triliun atau 53,40 persen
Penanaman Modal Dalam NegeriRp22,62 triliun atau 46,60 persen

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan realisasi triwulan II tetap meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik global. “Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama,” ujarnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan kawasan industri di sejumlah daerah untuk mempertahankan tren investasi. Kebijakan itu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dan memudahkan investor.

Tingkat Kemiskinan Turun ke 9,21 Persen

BPS Jawa Tengah mencatat Kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 sebesar 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun dari 9,39 persen pada September 2025 dan 9,48 persen pada Maret 2025.

Jumlah penduduk miskin berkurang 59.390 orang dibandingkan September 2025. Dalam perbandingan tahunan terhadap Maret 2025, jumlahnya menyusut 81.250 orang.

PeriodeTingkat KemiskinanJumlah Penduduk Miskin
Maret 20259,48 persen
September 20259,39 persen
Maret 20269,21 persen3,29 juta orang

Ali Said menyatakan persentase kemiskinan Maret 2026 lebih rendah daripada dua periode pengukuran sebelumnya. Penurunan dari Maret 2025 hingga Maret 2026 tercatat sebesar 0,27 poin persentase.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pembangunan daerah memerlukan kerja sama berbagai unsur. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno juga menyebut tema Hari Jadi ke-81, “Gumregut Nyawiji”, sebagai gambaran gotong royong untuk membangun Jawa Tengah.

Baca Juga