Klausul Rilis Sudah Berakhir, Bruno Fernandes Kian Sulit Tinggalkan MU

Berakhirnya klausul rilis Bruno Fernandes senilai 57 juta poundsterling membuat Manchester United memegang kendali lebih kuat atas masa depannya. Klub juga telah menegaskan bahwa kapten mereka tidak akan dijual kepada klub mana pun.

Dengan keputusan itu, peminat Fernandes tidak memiliki ruang untuk menawar harga transfer. Manchester United memilih mempertahankan sang gelandang menjelang penutupan bursa transfer musim panas.

Fernandes masih terikat kontrak hingga Juni tahun depan. Setan Merah juga memiliki opsi untuk memperpanjang kontraknya selama satu tahun lagi.

Jalur Klausul Tidak Lagi Tersedia

Klausul rilis sebesar 57 juta poundsterling sebelumnya tercantum dalam kontrak Fernandes. Ketentuan tersebut kini telah kadaluarsa, sehingga pemain tidak lagi dapat pergi melalui mekanisme itu.

Situasi kontrak tersebut memperkuat posisi Manchester United saat menghadapi rumor ketertarikan dari luar klub. Namun, alasan utama penolakan tetap berkaitan dengan besarnya peran Fernandes bagi skuad.

Manchester United memandang gelandang Portugal itu sebagai pemain sentral dalam permainan tim. Ia juga dinilai penting karena memegang peran kepemimpinan sebagai kapten.

Pada musim lalu, Fernandes mencatatkan 21 asis. Torehan itu disebut menjadi rekor baru dalam sejarah kompetisi Premier League.

Minat dari Tiga Klub Eropa

Detik Sport melaporkan Galatasaray, Juventus, dan AC Milan sedang memantau kemungkinan merekrut Fernandes. Ketiganya disebut berencana mengajukan penawaran resmi sebelum jendela transfer berakhir.

Manchester United tidak mengubah sikap meski ada potensi tawaran dari klub-klub tersebut. Manajemen tidak memasang angka transfer karena Fernandes tidak tersedia untuk dijual.

BBC juga melaporkan bahwa seorang figur senior di internal klub telah mengonfirmasi kebijakan tersebut. Konfirmasi itu menegaskan bahwa Manchester United tidak membuka negosiasi untuk kepergian pemainnya.

Perubahan Sikap Klub

Kebijakan sekarang berbeda dengan sikap Manchester United pada musim panas lalu. Saat itu, Fernandes diberi kebebasan memilih apakah menerima tawaran Al Hilal atau tetap bertahan.

Keterbukaan itu disebut berdampak pada perasaan sang pemain. Fernandes merasa kurang dihargai setelah keputusan mengenai tawaran Al Hilal diserahkan kepadanya.

Manajemen kemudian berupaya tidak mengulangi situasi tersebut. Sikap mempertahankan Fernandes menjadi cara klub memperlihatkan bahwa ia tetap dipandang sebagai aset penting.

Kebutuhan atas kreativitas dan kepemimpinan Fernandes membuat Manchester United menutup pintu bagi para peminat. Dengan kontrak yang masih berjalan serta opsi perpanjangan, klub berada dalam posisi kuat untuk mempertahankan sang kapten.

Baca Juga