Tanpa AC, Air Bersih, dan Toilet, 329 Awak USS Benfold Bertahan di Tengah Laut

Selama empat hari, 329 awak USS Benfold harus hidup tanpa pendingin udara, dapur, toilet, dan pasokan air bersih yang memadai di Laut China Selatan. Mereka menghadapi kondisi tersebut ketika suhu kawasan mencapai 32 sampai 37 derajat Celsius.

Krisis itu terjadi setelah kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut kehilangan seluruh pasokan listrik pada 24 Juli 2026. Gangguan itu membuat kebutuhan dasar awak dan sejumlah kemampuan operasional kapal sama-sama terdampak.

Bantuan Datang dari Kapal dalam Gugus yang Sama

USS Robert Smalls dikerahkan untuk membantu USS Benfold yang mengalami krisis daya. Kapal penjelajah itu mendistribusikan makanan matang serta logistik tambahan agar kebutuhan awak tetap terpenuhi.

Setelah empat hari dalam kondisi terbatas, USS Benfold ditarik kapal tunda komersial ke Subic Bay, Filipina, pada 28 Juli 2026. Awak kapal kemudian ditempatkan di fasilitas darat selama pekerjaan penanganan teknis berlangsung.

Personel Ship Repair Facility–Japan Regional Maintenance Center menangani perbaikan kapal di Subic Bay. Listrik berhasil dipulihkan sepenuhnya pada 30 Juli 2026, sedangkan perbaikan teknis selesai pada 7 Agustus 2026.

TanggalPerkembanganLokasi
24 Juli 2026Kapal kehilangan daya totalLaut China Selatan
28 Juli 2026Penarikan dengan kapal tundaMenuju Subic Bay
30 Juli 2026Listrik pulih sepenuhnyaSubic Bay, Filipina
7 Agustus 2026Perbaikan teknis rampungSubic Bay, Filipina
8 Agustus 2026Kapal berangkat ke YokosukaFilipina menuju Jepang

Fasilitas Dasar dan Sistem Tempur Ikut Padam

Gangguan pada USS Benfold berasal dari kegagalan tiga generator turbin gas Allison AG9140. Kerusakan itu memadamkan seluruh daya pada kapal kelas Arleigh Burke Flight I dengan bobot hingga 9.700 ton tersebut.

Akibatnya, sistem navigasi, radar phased-array AN/SPY-1D, dan sistem peluncuran rudal VLS Mk 41 tidak dapat berfungsi normal. Kapal juga tidak bisa menjalankan kemampuan operasional biasa selama berada di laut lepas.

USS Benfold saat insiden berlangsung sedang menjalankan operasi rutin Indo-Pasifik bersama kelompok tempur USS George Washington. Setelah perbaikan selesai, kapal tidak melanjutkan pelayaran ke Timur Tengah bersama kelompok tempur tersebut.

Pada 8 Agustus 2026, USS Benfold meninggalkan Subic Bay untuk menuju pangkalan utamanya di Yokosuka, Jepang. Angkatan Laut AS masih menyelidiki penyebab pasti kegagalan generator yang memicu hilangnya daya total itu.

Komando Kapal Hadapi Beban Berat

Komandan Matthew Comer, juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut AS, mengonfirmasi bahwa tidak ada personel yang terluka. Ia menyebut respons awak menunjukkan ketangguhan dan profesionalisme di tengah kejadian tersebut.

“Tidak ada korban luka di antara awak kapal, yang menunjukkan ketangguhan, kegigihan, profesionalisme, dan ketenangan yang teguh dalam merespons kejadian tersebut,” ujar Comer. Pernyataan itu sekaligus menegaskan keselamatan seluruh awak tetap terjaga saat kapal kehilangan daya.

Carl Schuster, mantan Kapten Angkatan Laut AS, mengatakan mati listrik dalam waktu lama dapat memberi tekanan fisik dan mental yang besar. Perwira operasi perlu menjaga moril, teknisi mencari solusi, dan navigator memantau arah hanyut kapal serta cuaca.

Menurut Schuster, komandan dan wakil komandan juga harus memikirkan persediaan makanan dan waktu bantuan tiba. Ia menilai tekanan selama empat hari di Laut China Selatan jauh melampaui pengalaman mati listrik singkat yang pernah dialaminya di perairan Puerto Rico.

Penyelidikan terhadap kerusakan generator masih berjalan untuk mencegah insiden serupa pada masa mendatang. Peristiwa ini memperlihatkan besarnya dampak hilangnya daya listrik terhadap keselamatan awak, fasilitas hidup, dan kesiapan operasional kapal perang di tengah laut.

Baca Juga