Di Bawah Alpen, Jalur Rel Swiss Pangkas Emisi dan Ketergantungan pada Truk

Di bawah Pegunungan Alpen, Swiss menempatkan jalur rel sebagai jawaban atas dua tekanan sekaligus, yakni emisi transportasi dan kerentanan rute pegunungan. Terowongan raksasa memungkinkan barang tetap bergerak tanpa terlalu bergantung pada truk dan jalan raya di permukaan.

Proyek utamanya adalah Gotthard Base Tunnel yang membentang sepanjang 57 kilometer. Terowongan ini memungkinkan kereta barang melintasi Alpen melalui rute yang lebih datar daripada lintasan pegunungan konvensional.

Rel Mengambil Porsi Terbesar Angkutan Alpen

Sekitar 69% angkutan barang yang melintasi Alpen Swiss kini menggunakan kereta api. Data tersebut berasal dari Federal Office of Transport Swiss dan mencerminkan hasil investasi jaringan rel serta terowongan bawah tanah.

Porsi itu penting karena kendaraan berat sebelumnya menjadi salah satu sumber tekanan terhadap lembah Alpen. Jalan yang sempit, polusi udara, kebisingan, kemacetan, serta risiko kecelakaan menjadi persoalan yang ingin dikurangi melalui peralihan ke rel.

Data TransportasiNilaiArti
Gotthard Base Tunnel57 kilometerLintasan kereta di bawah Alpen
Barang melintasi Alpen dengan rel69%Porsi angkutan saat ini
Target jumlah truk650.000 kendaraan per tahunSasaran Swiss

Swiss masih menargetkan penurunan jumlah truk yang menyeberangi Alpen hingga 650.000 kendaraan setiap tahun. Kendati demikian, kelancaran distribusi lintas batas juga dipengaruhi kapasitas rel yang tersedia di negara-negara tetangga.

Jalur Datar untuk Muatan Berat

Terowongan dasar atau base tunnel dibangun dengan jalur yang relatif datar di bawah pegunungan. Desain ini membuat kereta barang tidak perlu melewati tanjakan curam seperti pada rute rel lama di kawasan Alpen.

Lokomotif dapat menggunakan energi lebih sedikit saat membawa muatan dalam jumlah besar. Untuk volume angkutan yang sama, kereta juga menghasilkan emisi karbon lebih rendah daripada truk.

Dengan rute bawah tanah tersebut, pergerakan logistik tidak lagi sangat bergantung pada jalan raya pegunungan. Gotthard Base Tunnel lalu berperan sebagai salah satu tulang punggung distribusi barang yang melewati Swiss.

Perlindungan ketika Rute Permukaan Terputus

Manfaat terowongan tidak berhenti pada efisiensi energi dan pengurangan kendaraan berat. Saat longsor, banjir, atau longsoran salju mengancam akses di permukaan, rel bawah tanah dapat menjaga perjalanan kereta tetap berlangsung.

Kondisi itu memberi nilai penting bagi transportasi penumpang dan pasokan barang. Menurut inet.detik.com yang mengutip Times of India, jaringan terlindungi ini semakin relevan ketika cuaca ekstrem lebih sering mengganggu jalur di atas tanah.

Dasar Kebijakan Perlindungan Alpen

Strategi pemindahan angkutan barang ke rel berakar pada referendum Alpine Initiative pada 1994. Dukungan publik tersebut kemudian mengantar kebijakan perlindungan Alpen masuk ke dalam konstitusi Swiss.

Tujuannya bukan hanya membangun infrastruktur yang lebih cepat. Swiss menempatkan jaringan terowongan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan pegunungan dan komunitas yang tinggal di lembah.

Material Galian dan Pemulihan Habitat

Proyek bawah tanah berskala besar tetap memiliki dampak lingkungan yang harus dikendalikan. Swiss berupaya mengangkut sebanyak mungkin material galian menggunakan kereta ketimbang kendaraan jalan raya.

Air bekas pengeboran dan limbah konstruksi diolah sebelum dialirkan ke sungai. Setelah pembangunan selesai, habitat dipulihkan melalui restorasi bantaran sungai serta pembangunan kembali dinding batu tradisional yang dapat dihuni reptil dan hewan kecil.

Pendekatan ini menunjukkan fungsi terowongan rel jauh melampaui pemangkasan waktu perjalanan. Infrastruktur tersebut dipakai untuk menekan emisi, mengurangi tekanan truk, dan menjaga konektivitas ketika kondisi Alpen di permukaan tidak bersahabat.

Baca Juga