Setelah menutup karier bermainnya di Inter Miami pada pertengahan 2025, Sergio Busquets kembali ke lingkungan Barcelona. Legenda lini tengah itu kini menjadi asisten pelatih Barça Atlètic di bawah arahan Juliano Belletti.
Kepulangannya membuka jalan baru bagi Busquets, yang sebelumnya dikenal sebagai pengatur permainan Barcelona selama bertahun-tahun. Ia akan membantu membina pemain muda di tim cadangan klub, bukan lagi memimpin permainan dari lapangan.
Busquets menjalani dua setengah musim bersama Inter Miami di Major League Soccer. Pada periode tersebut, ia kembali berbagi ruang ganti dengan Lionel Messi, Luis Suarez, dan Jordi Alba.
Masa di klub Amerika Serikat itu menjadi tahap akhir Busquets sebagai pemain profesional. Setelah pensiun, ia menempuh kursus kepelatihan untuk memperoleh lisensi resmi.
Tugas Baru Bersama Juliano Belletti
Penunjukan Busquets sebagai asisten pelatih berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Pria berusia 38 tahun tersebut akan menjalankan tugas bersama Barça Atlètic yang berbasis di Stadion Johan Cruyff.
Ia akan mendampingi Belletti dalam menangani skuad muda Barcelona. Peran itu memberi Busquets ruang untuk menyalurkan pemahamannya mengenai permainan dan nilai yang selama ini melekat pada klub.
Barça Atlètic sedang menjalani rangkaian persiapan menjelang kompetisi. Dalam laga uji coba sebelumnya, tim itu menang 2-0 atas Hospitalet.
Shane Kluivert dan Ignasi Quer mencetak gol untuk kemenangan tersebut. Selanjutnya, Barça Atlètic dijadwalkan menjalani laga uji coba tertutup melawan CE Europa di Stadion Johan Cruyff Arena.
Pengalaman yang Tidak Lepas dari Barcelona
Busquets merupakan salah satu produk menonjol dari La Masia, akademi yang menjadi fondasi perjalanan awalnya. Ia kemudian menghabiskan 15 musim bersama tim utama Barcelona sebelum pergi pada musim panas 2023.
Selama membela tim utama, Busquets tampil dalam 722 pertandingan. Ia juga mengoleksi 32 trofi bersama klub asal Katalunya itu.
| Catatan Karier di Barcelona | Rincian |
|---|---|
| Durasi di tim utama | 15 musim |
| Jumlah penampilan | 722 |
| Total gelar | 32 trofi |
| Gelar La Liga | 9 |
| Gelar Liga Champions | 3 |
Di antara koleksi gelarnya, Busquets memenangi sembilan kali La Liga dan tiga kali Liga Champions. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu sosok berpengalaman untuk membimbing pemain pada tahap awal karier mereka.
Kembalinya Busquets juga memiliki nilai simbolis bagi Barcelona. Seorang alumnus La Masia yang pernah mencapai level tertinggi kini kembali untuk terlibat dalam pembentukan generasi berikutnya.
Fokus pada Perkembangan Pemain Muda
Posisi di Barça Atlètic membawa fokus Busquets pada proses perkembangan, bukan sekadar hasil pertandingan. Ia akan membantu Belletti menangani pemain yang tengah berusaha menembus tim utama Barcelona.
Pengalaman panjangnya sebagai pemain diharapkan menjadi bagian dari pembinaan tersebut. Busquets memahami kebutuhan permainan Barcelona karena menjalani sebagian besar kariernya dalam sistem klub itu.
Rangkaian uji coba menjadi tahap awal bagi Busquets untuk mengenal lebih dekat kebutuhan skuad yang akan ditanganinya. Laga melawan CE Europa akan menjadi salah satu agenda awal staf kepelatihan baru Barça Atlètic.
Dari La Masia ke tim utama, lalu ke Inter Miami, perjalanan Busquets kini kembali bermuara di Barcelona. Bedanya, ia hadir dengan tanggung jawab untuk membantu pemain muda membangun jalan mereka sendiri.






