Valuasi BBCA Dinilai Terdiskon, 4 Sekuritas Pasang Target di Atas Rp 7.000

Empat sekuritas menempatkan target harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA di atas Rp 7.000, sementara harga sahamnya ditutup pada Rp 6.350 pada Rabu (12/8/2026). Salah satu dasar pandangan tersebut adalah valuasi BBCA yang dinilai telah terdiskon setelah koreksi harga belakangan ini.

KB Valbury Sekuritas memasang target paling tinggi sebesar Rp 9.480 dengan asumsi price to book value atau P/B 3,8 kali untuk 2026. Asumsi itu berada di atas valuasi BBCA saat ini yang disebut berada di level 2,5 kali.

Peta Target dari Empat Sekuritas

Rekomendasi terhadap BBCA mencakup strategi swing trade dari Mandiri Sekuritas serta rekomendasi beli dari Samuel Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, dan MNC Sekuritas. Target yang ditetapkan masing-masing sekuritas menunjukkan perbedaan pendekatan terhadap prospek laba, margin bunga bersih, dan valuasi.

SekuritasRekomendasiTarget Harga
Mandiri SekuritasSwing tradeRp 7.000
Samuel SekuritasBeliRp 7.150
KB Valbury SekuritasBeliRp 9.480
MNC SekuritasBeliRp 8.700

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target Rp 8.700. Target ini mencerminkan estimasi rasio price to book value 3,4 kali untuk 2026 dan 3 kali untuk 2027.

Mandiri Sekuritas menetapkan area masuk BBCA pada Rp 6.450 untuk strategi swing trade. Targetnya berada di Rp 7.000 dengan batas stop loss Rp 6.150.

Ruang Pemulihan Margin Bunga

Samuel Sekuritas menilai pertumbuhan laba BCA pada semester II-2026 berpotensi berlangsung moderat. Perhitungan itu mempertimbangkan kenaikan beban operasional serta biaya kredit yang dapat mencapai 60 basis poin.

Prospek pemulihan net interest margin atau NIM menjadi faktor penyeimbang dalam proyeksi tersebut. Samuel memperkirakan NIM BCA berada pada kisaran 5,5 persen hingga 5,9 persen, lebih tinggi daripada panduan manajemen sebesar 5,4 persen sampai 5,6 persen.

Perkiraan pemulihan margin didukung oleh penyaluran kredit kuartal II-2026 dengan imbal hasil bunga 50-100 basis poin lebih tinggi. Membaiknya imbal hasil kredit korporasi dan kenaikan reinvestasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia sebesar 60 basis poin secara kuartalan turut disebut sebagai pendukung.

“Namun, potensi pemulihan margin bunga bersih BCA (BBCA) menjadi faktor penyeimbang bagi kinerja bank tersebut,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya pada Senin (10/8/2026). Samuel menetapkan target Rp 7.150 berdasarkan estimasi rasio P/B 2,8 kali untuk proyeksi 2026.

Harga Pulih Saat Asing Kembali Membeli

BBCA menguat 0,79 persen ke Rp 6.350 pada perdagangan Rabu setelah investor asing mencatat beli bersih Rp 82,81 miliar di pasar reguler. Arus masuk tersebut membalikkan kondisi pada Selasa (11/8/2026), ketika asing membukukan jual bersih Rp 64,83 miliar dan saham turun 1,18 persen.

Nilai perdagangan BBCA mencapai Rp 549,68 miliar dengan volume 87,18 juta saham dan frekuensi 16.035 kali transaksi. Pergerakan harian itu terjadi ketika saham BBCA masih terkoreksi 1,55 persen dalam sepekan, tetapi tetap naik 2,83 persen dalam satu bulan.

Baca Juga