Gempa magnitudo 7,0 di timur laut Mbay, Nagekeo, pada 15 Agustus 2026 memicu tsunami di sedikitnya 10 wilayah. Satu orang meninggal dan empat orang terluka dalam peristiwa yang menambah catatan gempa besar di Nusa Tenggara Timur.
Di antara rangkaian 10 kejadian sejak 1975, gempa Flores pada 1992 tetap menjadi bencana dengan dampak korban paling berat. Gempa magnitudo 7,5 yang diikuti tsunami itu menyebabkan sekitar 2.500 orang meninggal atau hilang.
Aktivitas gempa di utara Flores
BMKG mencatat gempa Mbay terjadi pada pukul 04.58 WIB di koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur. Episenternya berada sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengaitkan gempa itu dengan aktivitas sesar aktif di utara Pulau Flores. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut pemicunya adalah Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik.
Perbandingan dampak 10 gempa
| Tahun | Wilayah | Magnitudo | Catatan dampak |
|---|---|---|---|
| 1975 | Kupang | 6,1 | Tidak ada korban jiwa |
| 1989 | Alor Timur | 6,4 | Fasilitas umum dan rumah rusak |
| 1991 | Kalabahi, Alor | 6,2 | 23 meninggal dan 181 terluka |
| 1992 | Flores | 7,5 | Sekitar 2.500 meninggal atau hilang |
| 2004 | Kalabahi, Alor | 7,5 | 31 meninggal dan sekitar 500 rumah rusak |
| 2015 | Alor | 6,2 | Fasilitas rusak berat |
| 2016 | Sumba Barat | 6,6 | Sejumlah bangunan rusak |
| 2021 | Flores | 7,5 | 5.064 mengungsi dan 736 rumah rusak |
| 2024 | Kabupaten Nagekeo | 5,6 | Rumah dan fasilitas umum rusak |
| 2026 | Timur laut Mbay, Nagekeo | 7,0 | Tsunami di sedikitnya 10 wilayah |
10 peristiwa gempa besar di NTT
1. Gempa Kupang 1975
Kupang diguncang gempa magnitudo 6,1 pada 30 Juli 1975. Pusat gempa berada pada kedalaman 30 kilometer tanpa laporan korban jiwa.
2. Gempa Alor Timur 1989
Gempa magnitudo 6,4 terjadi di Alor Timur pada 15 Juli 1989. Guncangan pada kedalaman 10 kilometer itu mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan rumah.
3. Gempa Kalabahi 1991
Kalabahi di Alor mengalami gempa magnitudo 6,2 pada 4 Juli 1991. Gempa berkedalaman 29 kilometer tersebut menyebabkan 23 orang meninggal dan 181 orang luka-luka.
Sebanyak 5.400 orang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa ini. Dampak sosialnya tercatat lebih luas daripada kerusakan fisik semata.
4. Gempa Flores 1992
Flores diguncang gempa magnitudo 7,5 pada 12 Desember 1992. Tsunami yang menyusul membuat dampaknya paling berat dalam catatan gempa besar NTT.
Sekitar 90 persen bangunan di Maumere hancur akibat bencana tersebut. Jumlah warga yang meninggal atau hilang mencapai sekitar 2.500 orang.
5. Gempa Kalabahi 2004
Gempa magnitudo 7,5 kembali melanda Kalabahi pada 12 November 2004 dengan kedalaman 10 kilometer. Sebanyak 31 orang meninggal dan sekitar 400 orang mengalami luka-luka.
Sekitar 500 rumah serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Peristiwa ini memperpanjang catatan gempa kuat di wilayah Alor.
6. Gempa Alor 2015
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Alor pada 4 November 2015. Pusat gempa berada di kedalaman 89 kilometer dan sejumlah fasilitas rusak berat.
7. Gempa Sumba Barat 2016
Gempa magnitudo 6,6 terjadi di Sumba Barat pada 12 Februari 2016. Kedalaman pusat guncangan tercatat 10 kilometer dengan dampak kerusakan pada sejumlah bangunan.
8. Gempa Flores 2021
Gempa magnitudo 7,5 kembali mengguncang Flores pada 14 Desember 2021. Gempa berkedalaman 12 kilometer itu disertai tsunami setinggi 0,07 meter.
Peristiwa tersebut membuat 5.064 warga mengungsi. Sebanyak 736 rumah juga mengalami kerusakan.
9. Gempa Nagekeo 2024
Kabupaten Nagekeo diguncang gempa magnitudo 5,6 pada 25 Januari 2024. Gempa berkedalaman 11 kilometer itu tidak menyebabkan korban jiwa, tetapi merusak rumah dan fasilitas umum.
10. Gempa Mbay 2026
Gempa Mbay menjadi peristiwa terbaru dalam daftar gempa besar yang tercatat di NTT sejak 1975. Kejadian ini menunjukkan wilayah Flores dan sekitarnya berulang kali mengalami guncangan dengan dampak yang beragam.






