Trump Tetap Merangkul Karoline Leavitt usai Ia Lepas Jabatan demi Keluarga

Donald Trump tetap mempertahankan Karoline Leavitt dalam lingkaran politiknya meski ia mengundurkan diri sebagai Juru Bicara Gedung Putih pada akhir Agustus 2026. Leavitt akan beralih menjadi salah satu penasihat luar utama Trump setelah memilih memprioritaskan dua anak kecil dan keluarganya.

Langkah tersebut membuat pengaruh Leavitt diperkirakan tidak berhenti bersama berakhirnya tugas resminya di podium pers. Trump juga menyebutnya sebagai suara yang akan tetap berpengaruh di Partai Republik.

Peran Baru Menjelang Pemilu Sela

Keberlanjutan peran Leavitt terjadi ketika Amerika Serikat menyiapkan pemilu sela pada November 2026. Status sebagai penasihat luar membuka ruang bagi mantan juru bicara itu untuk tetap berada di sekitar agenda politik presiden.

Trump mengumumkan pengunduran diri Leavitt melalui unggahan di Truth Social pada Rabu. Ia menyatakan memahami serta menghormati keputusan yang diambil pejabat berusia 28 tahun tersebut.

“Sehingga dia dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya yang masih kecil dan keluarganya, sebuah keputusan yang sangat saya pahami dan hormati!” kata Trump. Pernyataan itu menempatkan alasan keluarga sebagai pusat dari peralihan karier Leavitt.

Keputusan yang Disebut Pahit Manis

Leavitt kembali bekerja beberapa minggu setelah menjalani cuti melahirkan usai kelahiran anak keduanya pada 1 Mei 2026. Ia kemudian memutuskan meninggalkan jabatan untuk memberi perhatian lebih besar kepada keluarga bersama suaminya, Nicholas Riccio.

Dalam unggahan media sosial, Leavitt menyebut masa menjadi ibu sambil menjalankan pekerjaan di Gedung Putih sebagai periode yang sangat berharga sekaligus penuh tantangan. Menurutnya, jabatan itu menuntut waktu, energi, dan perhatian yang terus-menerus.

“Menjadi seorang ibu dan menyambut bayi baru lahir sambil bekerja di salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia telah menjadi musim yang paling bermanfaat sekaligus menantang dalam hidup saya,” kata Leavitt. Ia menyatakan ingin menjadi ibu terbaik bagi kedua anaknya.

Leavitt juga berterima kasih kepada Trump karena dipercaya menjadi suara presiden di podium Gedung Putih. “Yang terpenting, saya berterima kasih kepada Presiden karena telah memercayakan saya dengan keistimewaan istimewa untuk berbicara atas namanya di podium Gedung Putih,” ujarnya.

Figur Muda dengan Gaya Konfrontatif

Sejak menjabat pada Januari 2025, Karoline Leavitt tercatat sebagai juru bicara Gedung Putih termuda dalam sejarah pemerintahan Amerika Serikat. Masa tugasnya diwarnai sejumlah perdebatan keras dengan wartawan dari media nasional.

Dalam perdebatan pada Maret 2025 dengan Josh Boak dari The Associated Press, Leavitt membela kebijakan tarif impor. Ia mengatakan tarif bukan kenaikan pajak bagi rakyat Amerika, melainkan kebijakan terhadap negara asing yang menurutnya telah memeras Amerika Serikat.

Leavitt menilai pertanyaan mengenai pemahaman ekonominya sebagai penghinaan. Ia lalu mengatakan menyesal telah memberi kesempatan bertanya kepada The Associated Press.

Pada Juni 2025, ia menanggapi pertanyaan Jasmine Wright dari NOTUS mengenai demonstrasi damai menjelang parade militer di ibu kota. Leavitt menyatakan Trump mendukung demonstrasi damai, tetapi menyebut pertanyaan itu sangat bodoh.

Taklimat Februari 2026 juga berakhir setelah pertanyaan mengenai keterkaitan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dengan Jeffrey Epstein. Leavitt meminta perhatian media dipindahkan kepada kemenangan pemerintah dan agenda kebijakan energi administrasi Trump.

Dalam insiden lain pada Januari 2026, ia mengkritik pertanyaan Niall Stanage dari The Hill mengenai penegakan hukum imigrasi yang menyebabkan kematian seorang warga. Leavitt menuduh pertanyaan itu dipengaruhi bias politik dan meminta pers berfokus pada fakta di lapangan.

Baca Juga