43,6 Miliar Hari Produktif Berpotensi Tercipta, Self-Care Aman Butuh Literasi

Self-care yang bertanggung jawab berpotensi menambah 43,6 miliar hari produktif bagi masyarakat. Dampak itu menjadi salah satu alasan mengapa perawatan diri dipandang dapat memberi nilai sosial dan ekonomi yang besar.

Laporan riset sosio-ekonomi 2026 Global Self-Care Federation atau GSCF juga memperkirakan praktik tersebut dapat menghemat 144 miliar dollar AS dari anggaran kesehatan global per tahun. Waktu pelayanan dokter yang dapat dihemat diperkirakan mencapai 2,2 miliar jam.

Ukuran DampakProyeksiRujukan Data
Hari produktif tambahan43,6 miliar hariRiset sosio-ekonomi GSCF 2026
Penghematan anggaran kesehatan144 miliar dollar AS per tahunRiset sosio-ekonomi GSCF 2026
Waktu pelayanan dokterHemat 2,2 miliar jamRiset sosio-ekonomi GSCF 2026

Potensi tersebut tidak berarti semua gangguan kesehatan dapat ditangani sendiri di rumah. Manfaat self-care bergantung pada keputusan yang tepat, terutama dalam membedakan keluhan ringan dengan gejala yang memerlukan pertolongan tenaga medis.

Keluhan ringan dapat ditangani, kondisi serius perlu diperiksa

Asia-Pacific Self-Medication Industry atau APSMI menjelaskan bahwa self-care mencakup kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menjaga kondisi tubuh, serta menangani penyakit dengan atau tanpa bantuan tenaga medis. Dalam praktiknya, masyarakat perlu mengenali keluhan ringan dan memilih langkah penanganan yang sesuai.

Penanganan gangguan ringan secara tepat dapat membantu mengurangi beban fasilitas kesehatan. Pasien dengan kebutuhan medis lebih kompleks kemudian dapat memperoleh akses pelayanan lebih cepat.

Pengobatan mandiri tetap memiliki batas yang jelas. Masyarakat perlu memahami cara memilih obat bebas, membaca informasi pada label dan kemasan, serta mengikuti aturan penggunaan yang tersedia.

Gejala yang mengarah pada kondisi lebih serius tidak seharusnya ditangani sendiri tanpa pemeriksaan. Kesadaran untuk mencari bantuan medis merupakan bagian dari kemampuan perawatan diri yang bertanggung jawab.

Manfaat ekonomi bergantung pada literasi

Chairman APSMI Rachmadi Joesoef menyatakan literasi kesehatan adalah titik awal dari self-care yang aman. Pengetahuan yang cukup dapat membangun kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola gangguan ringan secara tepat.

“Self-care yang bertanggung jawab dimulai dari literasi kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengelola gangguan kesehatan ringan dengan tepat, mereka tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan pribadi, tetapi juga membantu sistem layanan kesehatan fokus pada pasien yang membutuhkan penanganan medis kompleks,” jelas Rachmadi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memandang intervensi self-care sebagai bagian penting dalam upaya menghadirkan kesehatan bagi semua orang. Pendekatan ini juga dinilai mendukung percepatan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage.

Menurut proyeksi GSCF, manfaat sosial dan ekonomi dari self-care dapat meningkat hingga 50 persen pada 2040. Peningkatan itu membutuhkan kebijakan yang mendukung literasi kesehatan, akses terhadap produk self-care bermutu, dan regulasi yang kondusif.

Director-General GSCF Greg Perry menilai penerapan self-care secara menyeluruh dapat membantu sistem kesehatan yang menghadapi tekanan finansial. Ia menyebut pendekatan tersebut dapat memberdayakan individu serta mendukung komunitas.

“Ketika diintegrasikan secara penuh, self-care memberikan tingkat pengembalian investasi yang sangat tinggi: memberdayakan individu, mendukung komunitas, dan menjadi solusi paling efisien bagi sistem kesehatan global yang tengah menghadapi tekanan finansial,” ujar Perry.

Kolaborasi regulator, tenaga medis, industri, akademisi, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun ekosistem self-care yang aman dan berbasis bukti. Isu tersebut akan dibahas dalam APSMI Self-CARER Bali Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Baca Juga