Rupiah Bisa Jadi Penghalang, tetapi Emas Antam Tetap Berpeluang Tembus Rp3 Juta

Penguatan rupiah dapat menjadi penghambat bagi kenaikan harga emas Antam, meski emas dunia sedang berada di atas US$4.000 per ons troi. Jika rupiah kembali tertekan, peluang harga logam mulia mencapai Rp3 juta per gram dinilai semakin besar.

Harga emas batangan PT Antam Tbk naik Rp2.000 menjadi Rp2.677.000 per gram pada Senin (17/8/2026). Kenaikan tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan dolar AS, minyak mentah, dan situasi geopolitik.

Kurs rupiah menentukan harga dalam negeri

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menekankan bahwa harga emas Antam dihitung dalam rupiah. Karena itu, kenaikan harga emas global tidak selalu diteruskan sepenuhnya ke pasar domestik saat rupiah menguat.

Menurut Ibrahim, apresiasi rupiah yang terjadi saat ini tidak selalu bertahan lama. “Penguatan rupiah hanya berjabat sementara,” ujarnya.

Pelemahan rupiah dapat memberi tambahan dorongan bagi harga emas Antam dalam denominasi rupiah. Sebaliknya, rupiah yang menguat berpotensi menahan laju harga meski pasar emas dunia sedang naik.

Harga minyak mentah menjadi faktor yang turut diperhatikan karena berpengaruh terhadap rupiah. Ibrahim memperkirakan mata uang Indonesia berpotensi terkoreksi apabila harga minyak menembus US$85 per barel.

Ia menilai kondisi tersebut dapat membuka kemungkinan harga emas Antam menuju Rp3 juta pada kuartal ketiga. Proyeksi itu bergantung pada kombinasi harga minyak yang tinggi, pelemahan rupiah, dan penguatan emas global.

Sentimen global menopang emas

Emas dunia bertahan di atas US$4.000 per ons troi setelah indeks dolar AS melemah. Ibrahim menyebut penurunan dolar dipengaruhi perlambatan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.

“Gap down indeks dolar ini membuat harga emas dunia saat ini sudah di atas US$ 4.000 per ons troi,” kata Ibrahim. Dolar yang melemah dapat membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.

Pasar juga menilai penundaan rilis indikator ekonomi setelah penutupan pemerintahan AS sebelumnya memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Data konsumen yang melemah membuka peluang pelonggaran kebijakan oleh The Fed.

Ekspektasi suku bunga yang lebih longgar menjadi salah satu alasan investor kembali mencermati emas sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dapat memperkuat fungsi emas sebagai aset aman.

Rentang proyeksi harga berikutnya

Ibrahim tetap optimistis bahwa tren kenaikan logam mulia masih berlanjut. “Masih optimis bahwa harga emas dunia masih naik, logam mulia pun juga masih naik,” ujarnya.

Ia memproyeksikan harga emas Antam dari kisaran Rp2.764.000 per gram masih dapat bertambah sekitar Rp15.000. Rentang yang disebutnya berada antara Rp2.779.000 dan Rp2.798.000 per gram.

Pergerakan harga harian tetap dapat berubah mengikuti perkembangan pasar global dan domestik. Harga emas Antam yang berada di Rp2.677.000 per gram pada 17 Agustus mencerminkan bahwa sentimen tersebut terus diterjemahkan ke pasar dalam negeri.

Selain faktor ekonomi, ketidakpastian hubungan AS-Iran dan potensi gangguan pada jalur pelayaran strategis masih membayangi pasar hingga akhir tahun. Situasi itu dapat menjaga permintaan emas, sementara arah rupiah akan menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap harga di Indonesia.

Baca Juga