Roti yang dipanggang hingga kehitaman bukan satu-satunya makanan yang perlu diperhatikan. Keripik kentang, biskuit kemasan, kopi, dan sereal olahan juga dapat mengandung akrilamida akibat proses bersuhu tinggi.
Warna yang makin gelap setelah penggorengan atau pemanggangan dapat menjadi tanda sederhana adanya pembentukan senyawa lebih tinggi. Karena itu, tingkat kematangan makanan perlu diperhatikan, terutama pada pangan berbahan pati.
1. Aneka Gorengan dan Keripik Kentang
Keripik kentang tercatat sebagai salah satu produk dengan kadar akrilamida paling tinggi dalam kelompok makanan populer. Kadarnya dapat mencapai sekitar 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg, sedangkan kentang goreng berada pada rentang 200 hingga 700 µg/kg.
Senyawa tersebut terbentuk dari reaksi antara gula alami kentang dan asam amino saat terkena panas tinggi. Kentang rebus dapat dipilih sebagai pengolahan lain, sedangkan air fryer sebaiknya digunakan tanpa memasak kentang terlalu lama.
2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan
Pemanggangan menjadi bagian penting dalam produksi biskuit dan kue kering kemasan. Proses ini membuat kadar akrilamida pada produk tersebut dapat berada di kisaran 60 hingga 1.000 µg/kg.
Rentang kadar itu dipengaruhi bahan serta metode pemanggangan yang digunakan. Selain akrilamida, produk kemasan dapat mengandung gula rafinasi dan pengawet, sehingga kue buatan sendiri dari tepung gandum utuh disebut sebagai pilihan lain.
3. Roti Panggang yang Terlalu Gosong
Roti panggang berwarna cokelat tua sampai kehitaman diperkirakan memiliki kandungan akrilamida lebih tinggi. Kadarnya dilaporkan berada pada rentang sekitar 50 hingga 500 µg/kg.
Roti gandum dan multigrain cukup dipanggang hingga berwarna cokelat keemasan muda. Menghindari bagian roti yang gosong dapat membantu mengurangi paparan akibat proses pemanasan berlebihan.
4. Kopi
Akrilamida pada kopi dapat terbentuk pada tahap awal proses sangrai biji kopi. Kopi dengan sangrai terang hingga sedang disebut cenderung lebih aman dibandingkan kopi dengan sangrai gelap.
Kopi seduh dilaporkan mengandung sekitar 5 hingga 20 µg/L akrilamida. Sementara itu, kopi instan bubuk dapat mengandung sekitar 100 hingga 400 µg/kg.
5. Sereal Sarapan Olahan
Corn flakes dan sereal gandum kemasan juga melalui proses pemanggangan pada suhu tinggi. Produk yang memiliki kadar gula tinggi dan warna kecokelatan dapat mengandung akrilamida sekitar 150 hingga 1.200 µg/kg.
Oatmeal yang dimasak secara tradisional dapat menjadi alternatif menu sarapan. Pilihan metode pengolahan serta pengendalian tingkat kematangan menjadi langkah yang dapat diperhatikan dalam konsumsi sehari-hari.
Mengapa Panas Tinggi Perlu Diperhatikan
FDA menjelaskan bahwa akrilamida terbentuk secara alami pada bahan pangan berpati saat digoreng atau dipanggang menggunakan suhu tinggi. Proses tersebut membuat makanan yang tampak sangat kering atau gelap patut diperhatikan.
Lembaga kesehatan internasional mengklasifikasikan akrilamida sebagai senyawa yang berpotensi karsinogenik bagi manusia. Risiko kanker tidak hanya berkaitan dengan satu makanan, tetapi juga dipengaruhi faktor genetik, gaya hidup, dan pola konsumsi secara keseluruhan.
| Makanan atau Minuman | Perkiraan Kadar Akrilamida | Proses yang Berkaitan |
|---|---|---|
| Keripik kentang | 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg | Digoreng hingga kering |
| Kentang goreng | 200 hingga 700 µg/kg | Panas tinggi |
| Biskuit kemasan | 60 hingga 1.000 µg/kg | Pemanggangan |
| Roti panggang | 50 hingga 500 µg/kg | Warna sangat gelap |
| Sereal olahan | 150 hingga 1.200 µg/kg | Pemanggangan dan kadar gula tinggi |
Perubahan kecil pada cara memasak dapat membantu membatasi paparan tanpa harus meniadakan seluruh makanan tersebut dari pola makan. Memilih warna kematangan yang lebih muda dan menghindari pemanasan berlebihan merupakan hal yang dapat diterapkan pada menu sehari-hari.






