PGE mendapatkan fasilitas pembiayaan hingga US$75 juta tanpa agunan dari PT Bank Mizuho Indonesia. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,35 triliun dan memberi perusahaan pilihan tambahan untuk mendukung operasi serta ekspansi panas bumi.
Fasilitas berbasis clean basis itu menjadi perhatian karena tidak mensyaratkan jaminan aset. Bagi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, fleksibilitas ini sejalan dengan kebutuhan pendanaan investasi proyek jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Pinjaman
Kerja sama ini berbentuk omnibus facility atau fasilitas pinjaman dan perdagangan tanpa komitmen. Artinya, dukungan yang tersedia tidak terbatas pada satu instrumen pembiayaan.
PGE dapat memanfaatkan bank garansi, standby letter of credit atau SBLC, serta letter of credit impor. Perusahaan juga memperoleh akses terhadap account payable financing dan fasilitas pinjaman berulang atau revolving loan facility.
| Jenis dukungan | Fungsi dalam fasilitas |
|---|---|
| Bank garansi | Bagian dari fasilitas nonkas |
| SBLC | Bagian dari fasilitas nonkas |
| Letter of credit impor | Mendukung transaksi perdagangan |
| APF dan pinjaman berulang | Menambah opsi pembiayaan PGE |
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan PGE yang beragam. Skema ini memberi perusahaan ruang untuk menyesuaikan penggunaan instrumen dengan kebutuhan operasional maupun proyek yang sedang dikembangkan.
Pendanaan untuk Agenda Pertumbuhan
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendanaan. Ia menilai opsi pembiayaan tambahan dapat memperkuat fleksibilitas perusahaan dalam menjalankan agenda pertumbuhan jangka panjang.
Fransetya mengatakan fasilitas tersebut akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek PGE pada masa mendatang. Dalam siaran pers yang dikutip market.bisnis.com, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dari Bank Mizuho Indonesia.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini,” ujar Fransetya. Ia juga berharap kerja sama tersebut menjadi dasar kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Penguatan akses pendanaan datang ketika PGE membidik kapasitas terpasang yang dikelola mandiri sebesar 1 gigawatt pada 2028. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas itu hingga 1,8 gigawatt pada 2034.
Melengkapi Pembiayaan Hijau
Dukungan Bank Mizuho Indonesia menambah ekosistem pendanaan hijau yang telah dibangun PGE. Sebelumnya, perusahaan telah memanfaatkan instrumen pendanaan berkelanjutan dan menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi keuangan internasional.
Bank Mizuho Indonesia merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang. Direktur Marketing Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatman menyatakan kerja sama ini menunjukkan komitmen bank terhadap pengembangan energi bersih di Indonesia.
Menurut Heru, pembiayaan ini diharapkan turut mendukung ambisi PGE menjadi contoh pengembangan panas bumi di Indonesia dan dunia. PGE memosisikan kolaborasi dengan institusi keuangan internasional sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission, sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia.






