Saat Ribuan Warga Mengungsi di NTT, Pemerintah Buka Ruang Tambah Dana Bencana

Ribuan warga masih mengungsi setelah gempa magnitudo 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur. Pemerintah membuka ruang penambahan anggaran bencana karena kebutuhan penanganan akan mengikuti kondisi nyata di lapangan.

Dana bencana sebesar Rp5 triliun telah disiagakan untuk respons bencana di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, BNPB memiliki cadangan dana siap pakai sekitar Rp500 miliar untuk membantu kebutuhan darurat.

Data BNPB hingga Minggu (16/8/2026) malam mencatat 9.963 orang mengungsi akibat gempa tersebut. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 54 orang, sedangkan 199 orang mengalami luka-luka.

Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah yang terdampak dalam kejadian itu.

Kebutuhan Pembiayaan Dapat Bertambah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana bencana yang telah tersedia selalu berada dalam kondisi siap digunakan. Pemerintah akan menambah anggaran apabila dana yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penanganan.

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Pengajuan resmi dari BNPB menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan tambahan pembiayaan. Purbaya menyebut prosedur operasional pemerintah dirancang responsif agar permintaan yang jelas dapat segera ditindaklanjuti.

“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” ujarnya.

Cadangan dana siap pakai yang dimiliki BNPB juga dapat ditambah bila kebutuhan darurat berkembang. Skema tersebut memberi ruang penyesuaian pembiayaan sesuai pembaruan situasi dan pendataan di daerah terdampak.

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Publik

Sebanyak 1.528 kepala keluarga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Pendataan masih berlangsung sehingga jumlah kerusakan maupun kebutuhan penanganan berpotensi berubah.

Jenis DampakJumlahRincian
Rumah rusak2.403 unit1.543 berat, 328 sedang, 532 ringan
Fasilitas pendidikan110 unit22 rusak dan 88 terdampak
Fasilitas kesehatan211 unit21 rumah sakit dan 190 puskesmas
Fasilitas umum42 unitTermasuk dampak pada layanan publik

Selain rumah dan fasilitas pendidikan, gempa berdampak pada satu gudang Perum Bulog, 65 rumah ibadah, serta 105 unit kantor. BNPB juga mencatat 18 fasilitas irigasi dan 34 titik jalan terdampak.

Dampak pada fasilitas kesehatan memerlukan perhatian khusus karena layanan warga ikut terganggu. Terdapat 21 rumah sakit dan 190 puskesmas yang masuk dalam catatan fasilitas terdampak.

Pemerintah menempatkan dana Rp5 triliun dan cadangan BNPB sebagai dukungan awal bagi respons darurat. Penambahan anggaran akan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan secara resmi oleh BNPB.

Baca Juga