Empat nominasi untuk Semua Akan Baik-Baik Saja menempatkan pemain dan tim kreatifnya dalam perhatian Festival Film Bandung. Daftar itu mencakup dua kategori akting serta dua bidang teknis yang mendukung tampilan film.
Reza Rahadian dan Raihaanun mewakili unsur pemeranan dalam nominasi tersebut. Sementara itu, Yudi Datau dan Allan Sebastian memperoleh pengakuan melalui pekerjaan penataan kamera serta artistik.
| Nama | Kategori Nominasi |
|---|---|
| Reza Rahadian | Pemeran Utama Terpuji |
| Raihaanun | Pemeran Pembantu Terpuji |
| Yudi Datau | Penata Kamera Terpuji |
| Allan Sebastian | Penata Artistik Terpuji |
Reza Rahadian masuk nominasi Pemeran Utama Terpuji dan Raihaanun dinominasikan sebagai Pemeran Pembantu Terpuji. Yudi Datau tercatat pada kategori Penata Kamera Terpuji, sedangkan Allan Sebastian berada dalam nominasi Penata Artistik Terpuji.
Apresiasi yang dirasakan tim
Baim Wong menyambut kabar ini sebagai penghargaan untuk film nasional dan orang-orang yang mengerjakannya. Baginya, kebahagiaan terbesar muncul ketika kru lapangan mengetahui hasil kerja mereka mendapat pengakuan.
“Lebih senang lagi ketika tim lapangan tahu filmnya masuk nominasi. Bangganya mereka adalah kebahagiaan saya. Sayang banget sama mereka,” ujar Baim Wong.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa empat nominasi tersebut dipandang sebagai pencapaian kolektif. Film produksi Tiger Wong Entertainment ini melibatkan para pemain di depan kamera dan departemen kreatif di balik proses produksinya.
Selain Reza Rahadian dan Raihaanun, film tersebut dibintangi Christine Hakim, Ari Irham, dan Happy Salma. Kehadiran para pemeran itu melengkapi cerita yang mengangkat persoalan keluarga di tengah masyarakat.
Pesan cerita tetap menjadi prioritas
Semua Akan Baik-Baik Saja disebut berangkat dari kisah nyata dan pengalaman pribadi Baim Wong. Meski memperoleh pengakuan dari Festival Film Bandung, ia menegaskan tidak pernah membuat film dengan perkiraan akan masuk nominasi.
“Setiap buat film, saya tidak pernah memprediksikan untuk masuk nominasi. Lebih ke tujuan apa yang ingin disampaikan ke penonton, sudahkah tersampaikan? Kalau dapat nominasi, perasaannya pasti senang banget,” katanya.
Menurut Baim, penerimaan pesan oleh penonton menjadi pertanyaan utama dalam proses membuat film. Nominasi kemudian hadir sebagai kabar yang menyenangkan, bukan ukuran tunggal atas nilai sebuah karya.
Dalam keterangannya pada Minggu (19/7/2026), Baim juga menilai masuknya film tersebut ke daftar nominasi sebagai bentuk penghargaan ajang film Indonesia terhadap karya nasional. “Ajang film Indonesia sudah menilai film saya layak masuk nominasi. Ajang film Indonesia sudah menghargai film nasional,” ujarnya, seperti diberitakan hot.detik.com.






