Rencana penambahan lebih dari 300 kuda untuk kebutuhan kavaleri berkuda memunculkan pertanyaan tentang nilai pengadaan dan biaya pemeliharaannya. Hingga kini, belum ada rincian terbuka mengenai harga per ekor, jenis kuda, asal kuda, serta sumber pembiayaan.
Perhatian terhadap unit berkuda menguat setelah Kirab Garuda Prabayeksa pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Delapan ekor kuda menarik kereta kencana yang membawa Sang Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dari Istana Merdeka menuju Monumen Nasional.
Pasukan berkuda TNI mengiringi perjalanan kereta kencana menuju Monumen Nasional. Penampilan itu memperlihatkan peran seremonial satuan berkuda, sekaligus memunculkan pembahasan tentang aset dan kebutuhan operasionalnya dalam jangka panjang.
Ratusan Kuda Pernah Disebut untuk Kavaleri
Pada 2025, Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri menyatakan Presiden Prabowo Subianto sedang membelikan 300 ekor kuda baru bagi Pusat Kesenjataan Kavaleri. Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar bahwa penambahan kuda dalam jumlah besar memang pernah disampaikan.
Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo juga pernah menyebut Presiden Prabowo akan memberikan lebih dari 300 ekor kuda kepada Detasemen Kavaleri Berkuda. Dukungan itu disebut untuk pembinaan prajurit dan olahraga berkuda.
Meski jumlah kuda pernah disebut, keterangan yang tersedia belum menguraikan spesifikasi lengkap hewan yang akan digunakan. Tidak ada informasi resmi yang memastikan seluruhnya berasal dari Eropa atau termasuk ras Warmblood.
Rp300 Miliar Berasal dari Perkalian Sederhana
Nilai Rp300 miliar muncul dari unggahan media sosial yang menyebut 300 ekor kuda Warmblood dihargai sekitar Rp1 miliar per ekor. Jika angka itu dikalikan, totalnya menjadi Rp300 miliar.
Namun, penghitungan tersebut bersifat asumsi dan tidak otomatis mencerminkan harga pengadaan institusi. Harga kuda Warmblood dapat berubah sesuai garis keturunan, kualitas, pelatihan, serta tujuan pemakaian.
| Pasar atau Acuan | Jenis atau Kondisi | Harga Tercantum |
|---|---|---|
| ehorses.com | Warmblood terlatih dressage atau show jumping | Rp300 juta-Rp1 miliar |
| Pasar Amerika | Contoh Dutch Warmblood | US$12.000 |
| Pasar Amerika | Warmblood kualitas kompetisi | US$45.000-US$60.000 |
Data yang dikutip Suara.com dari ehorses.com menunjukkan Rp1 miliar dapat muncul pada kategori tertentu, bukan sebagai harga baku seluruh Warmblood. Tidak tersedia informasi yang membuktikan semua kuda dalam rencana tersebut bernilai sama.
Pengeluaran Tidak Hanya Harga Kuda
Pengelolaan pasukan berkuda membutuhkan pembiayaan rutin di luar pembelian awal. Kebutuhan tersebut meliputi pakan, kandang, layanan kesehatan hewan, perawatan kuku, peralatan, pelatih, dan personel pendukung.
Unggahan yang beredar mencantumkan biaya makanan seekor kuda sebesar Rp10 juta per bulan. Angka itu belum dapat dinilai sebagai besaran resmi karena belum didukung dokumen anggaran maupun penjelasan institusi pengelola.
Klaim harga pelana Rp25 juta dan gaji personel Rp5 juta per bulan juga belum dapat diverifikasi sebagai standar biaya satuan berkuda. Biaya pelatih serta tenaga medis hewan memerlukan data tambahan mengenai jumlah petugas dan layanan yang disediakan.
Dokumen Pengadaan Menjadi Kunci
Kepastian nilai 300 kuda tidak cukup diperoleh dari harga pasar atau unggahan media sosial. Data spesifikasi, kontrak pembelian, skema pengadaan, dan sumber dana diperlukan untuk menghitung nilai sebenarnya.
Keterbukaan informasi akan membedakan harga kuda kompetisi di pasar dengan harga yang dibayarkan untuk kebutuhan institusi. Rincian itu juga dapat memberi gambaran yang lebih jelas tentang pembinaan prajurit, kegiatan olahraga berkuda, dan kebutuhan pasukan berkuda TNI.






