Menang atas Manila Digger, Persib Menanti Rute Seoul hingga Melbourne di ACL 2

Laga melawan Manila Digger akan menentukan apakah Persib Bandung harus menjalani perjalanan tandang lintas Asia Timur hingga Australia. Apabila menang, Persib diproyeksikan masuk Grup E ACL 2 2026/2027 dengan total penerbangan sekitar 15.000 kilometer.

Pertandingan play-off tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 31 Agustus 2026. Persib yang ditangani Bojan Hodak membutuhkan kemenangan untuk membuka jalan ke fase grup Wilayah Timur.

Calon Lawan Persib Mengincar Hasil Tinggi

Grup E tidak hanya menyajikan persoalan jarak, melainkan juga lawan dengan sasaran besar. FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel sama-sama datang dengan target kompetitif pada musim ini.

FC Seoul dilatih Kim Gi Dong dan berambisi memperbaiki hasil di kompetisi domestik Korea Selatan. Klub itu membidik posisi tiga besar K-League setelah musim sebelumnya berakhir di peringkat keenam.

Melbourne Victory berada di bawah arahan Giovanni Savarese dengan target serupa. Tim Australia tersebut mengejar posisi tiga besar setelah finis keempat di Liga Australia pada musim sebelumnya.

The Cong-Viettel berstatus runner-up Liga Vietnam, tetapi tetap menjadi calon lawan yang patut diperhitungkan. Tim racikan Velizar Popov disebut melakukan persiapan serius dengan sasaran meraih gelar ACL 2.

Tiga Kota dan Total 15 Ribu Kilometer

Menurut CNN Indonesia, Persib akan menjalani laga tandang ke Seoul, Hanoi, dan Melbourne jika masuk Grup E. Ketiga kota itu menghasilkan proyeksi perjalanan sekitar 15.000 kilometer bagi skuad Maung Bandung.

TujuanLawanNegaraPerkiraan Jarak
SeoulFC SeoulKorea SelatanLebih dari 5.300 km
HanoiThe Cong-ViettelVietnamLebih dari 4.400 km
MelbourneMelbourne VictoryAustraliaLebih dari 5.300 km

Perjalanan ke Seoul diperkirakan lebih dari 5.300 kilometer dari Bandung. Jarak menuju Melbourne juga melebihi 5.300 kilometer, sedangkan rute Hanoi lebih dari 4.400 kilometer.

Angka tersebut menunjukkan besarnya tuntutan mobilitas yang perlu diperhitungkan Persib di fase grup. Penerbangan panjang dapat menambah kompleksitas persiapan tim di tengah persaingan yang ketat.

Tidak Ada Penerbangan Internasional Langsung dari Bandung

Persib harus memulai perjalanan internasional melalui transit dari Jakarta atau Bali karena Bandung tidak memiliki bandara internasional. Kondisi itu menjadi tantangan tambahan sebelum skuad mencapai kota tujuan pertandingan.

Calon lawan Persib memiliki situasi akses yang berbeda. Melbourne, Seoul, dan kota markas The Cong memiliki bandara internasional langsung.

Kontras tersebut membuat kebutuhan logistik Persib menjadi lebih besar dibandingkan sebagian pesaingnya. Pengaturan perjalanan perlu berjalan seiring dengan persiapan menghadapi karakter lawan yang berbeda-beda.

Jaraknya Lebih Berat dari Musim 2025/2026

Pada musim 2025/2026, Persib berada di Grup G bersama klub asal Thailand, Singapura, dan Malaysia. Lokasi lawan-lawan tersebut secara geografis lebih dekat dari Bandung.

Potensi masuk Grup E menghadirkan perubahan nyata karena Persib harus menjangkau Korea Selatan, Vietnam, serta Australia. Oleh sebab itu, duel play-off melawan Manila Digger bukan sekadar perebutan tiket fase grup, melainkan awal dari kemungkinan agenda tandang yang jauh lebih berat.

Baca Juga