US$ 4.500 per ons troi muncul sebagai tembok kuat yang menahan laju emas dunia setelah kenaikan sekitar 9% dalam sepekan. Ketika harga mendekati area tersebut, investor melakukan aksi ambil untung dan mendorong emas spot turun 1,3% pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Emas spot akhirnya ditutup di US$ 4.351,07 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat mencapai US$ 4.449,39 per ons troi, level tertinggi sejak 5 Juni 2026.
Reli Cepat Berhadapan dengan Tekanan Jual
Kenaikan tajam emas terjadi berkat pembelian dari China dan investor ritel, menurut analis independen Tai Wong. Ia menilai realisasi keuntungan setelah lonjakan besar merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar.
Keputusan sebagian pelaku pasar untuk mengunci keuntungan membuat arah harga berbalik dalam satu hari perdagangan. Tekanan jual turut terlihat ketika emas bergerak di sekitar area rata-rata pergerakan 100 hari.
Analis strategi pasar senior StoneX Bob Haberkorn menegaskan pentingnya area harga tersebut. “US$ 4.500 per ons troi merupakan titik resistance besar bagi emas,” katanya.
Pernyataan itu menggambarkan mengapa kenaikan emas mulai tersendat sebelum berhasil mencapai ambang US$ 4.500. Area resistance menjadi titik yang diperhatikan investor untuk mengukur keberlanjutan penguatan harga.
Seluruh Kelompok Logam Mulia Melemah
Koreksi tidak terbatas pada emas spot. Emas berjangka Amerika Serikat serta tiga logam mulia lain juga berakhir di zona negatif.
| Komoditas | Perubahan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| Emas spot | Turun 1,3% | US$ 4.351,07 per ons troi |
| Emas berjangka AS | Turun 1,35% | US$ 4.407,1 per ons troi |
| Perak spot | Turun 1,34% | US$ 64,46 per ons |
| Platinum | Turun 2,15% | US$ 1.718,9 per ons |
| Palladium | Turun 4,44% | US$ 1.308,41 per ons |
Emas berjangka AS turun 1,35% dan ditutup pada US$ 4.407,1 per ons troi. Perak spot turun 1,34%, sedangkan platinum melemah 2,15% dan palladium turun 4,44%.
Pasar Mencermati Sinyal Kebijakan Moneter
Penguatan emas sebelum koreksi juga mendapat dukungan dari perkembangan inflasi Amerika Serikat. Investor Daily melaporkan CPI Juli 2026 melandai menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni.
PPI Amerika Serikat stagnan pada Juli setelah penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa. Perkembangan itu membantu membentuk ekspektasi pasar terhadap perubahan kebijakan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September menyusut menjadi 35% dari sebelumnya 40%. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah lazimnya mendukung emas dan suku bunga karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil berkurang.
Meski demikian, pejabat bank sentral belum memiliki pandangan yang sepenuhnya seragam. Presiden The Fed Bank of Cleveland Beth Hammack pada Rabu, 12 Agustus 2026, kembali menyatakan perlunya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Perbedaan pandangan tersebut menjaga sensitivitas pasar emas terhadap data ekonomi dan komentar bank sentral. Setelah koreksi tajam, kemampuan emas untuk kembali menguji resistance US$ 4.500 akan menentukan perhatian pasar berikutnya.






