Rekam jejak Destry Damayanti di Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia menjadi perhatian saat ia menjalankan tugas sebagai pejabat sementara gubernur BI. Pengalaman lintas lembaga itu dinilai memberi bekal untuk menjaga kebijakan moneter tetap berkesinambungan.
Destry bukan hanya memiliki pengalaman sebagai pejabat bank sentral, tetapi juga pernah berkecimpung dalam penjaminan simpanan dan sektor keuangan. Latar belakang tersebut menempatkannya pada posisi yang memahami keterkaitan berbagai unsur stabilitas keuangan.
Karier dari LPS ke Bank Indonesia
Sebelum masuk BI, Destry menjabat anggota dewan komisioner LPS pada periode 2015–2019. Pengalaman itu membuatnya mengenal peran penjaminan simpanan dalam mendukung kepercayaan terhadap sistem perbankan.
Destry kemudian menjabat deputi gubernur senior BI sejak 2019 dan kembali memperoleh mandat hingga 2029 untuk periode kedua. Sebagai anggota dewan gubernur paling senior, ia menjalankan tugas gubernur sampai pengganti definitif ditetapkan.
Mekanisme tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia. Aturan itu memastikan pelaksanaan tugas gubernur tetap berjalan selama proses penetapan pengganti definitif berlangsung.
Di luar jabatan publiknya, Destry pernah menjadi kepala ekonom Bank Mandiri dan kepala ekonom Mandiri Sekuritas. Pengalaman tersebut menambah pemahamannya terhadap ekonomi makro serta pergerakan pasar keuangan.
Destry merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia juga meraih gelar master of science bidang regional science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Penilaian terhadap Peran Destry
Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Purbaya Yudhi Sadewa menilai Destry cukup lama terlibat dalam koordinasi stabilitas sistem keuangan. Karena itu, ia memandang pergantian sementara tidak akan mengganggu kerja sama antarlembaga.
“KSSK sebetulnya enggak banyak yang ganti. Ibu Destry bukan pemain baru. Dia pemain lama,” ujar Purbaya seusai rapat KSSK di kantor LPS, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Purbaya juga menyoroti pengalaman Destry di LPS dan BI. Menurutnya, pengalaman tersebut membangun pemahaman yang kuat mengenai mekanisme kerja otoritas fiskal, moneter, dan pengawas sektor keuangan.
Ia menilai kemampuan itu relevan agar kebijakan moneter terus berjalan pada arah yang semestinya. “Jadi knowledge-nya amat baik dan mumpuni untuk memastikan kebijakan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya,” kata Purbaya.
Posisi BI dalam Koordinasi KSSK
KSSK menghimpun Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS dalam satu forum koordinasi. Masing-masing lembaga memiliki mandat berbeda, tetapi seluruhnya terkait dengan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan.
| Lembaga | Kewenangan Utama | Kontribusi dalam KSSK |
|---|---|---|
| Kementerian Keuangan | Kebijakan fiskal | Menjaga sinergi ekonomi |
| Bank Indonesia | Stabilitas rupiah dan sistem pembayaran | Menjaga kebijakan moneter |
| OJK | Pengawasan sektor jasa keuangan | Memantau industri keuangan |
| LPS | Penjaminan simpanan | Mendukung kepercayaan perbankan |
Dalam masa transisi, Destry akan menjadi wakil BI dalam forum tersebut. Purbaya menyatakan koordinasi KSSK tetap akan diperkuat untuk memelihara stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.
Keterlibatan Destry dalam KSSK sebelumnya menjadi salah satu alasan keyakinan pemerintah terhadap kelangsungan koordinasi. Beritasatu melaporkan bahwa latar belakangnya mencakup kebijakan publik, ekonomi makro, dan sektor keuangan.
Perpaduan pengalaman di BI, LPS, perbankan, serta pasar modal menjadi modal Destry dalam menjalankan tugas sementara. Ia akan memimpin pelaksanaan tugas gubernur BI hingga pengganti definitif ditetapkan.






