Lima bandara di Nusa Tenggara Timur teridentifikasi terdampak guncangan gempa magnitudo 7,0 yang mengguncang Kepulauan Flores. Di antara lokasi tersebut, Bandara Soa di Bajawa dilaporkan mengalami kerusakan sedang pada landasan pacu dan gedung pendukung.
Retakan baru ditemukan di beberapa titik area Bandara Soa sehingga fasilitas itu memerlukan pemeriksaan lanjutan. Kementerian Perhubungan memantau kondisi bandara dan layanan navigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.
| Bandara | Lokasi | Kondisi yang Dilaporkan |
|---|---|---|
| Komodo | Labuan Bajo | Terdampak guncangan |
| H. Hasan Aroeboesman | Ende | Terdampak guncangan |
| Umbu Mehang Kunda | Waingapu | Terdampak guncangan |
| Frans Sales Lega | Ruteng | Terdampak guncangan |
| Soa | Bajawa | Kerusakan sedang pada landasan pacu dan gedung pendukung |
Kerusakan Fasilitas Masih Diinventarisasi
Laporan awal di bandara-bandara terdampak mencakup kerusakan atau retakan pada terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemantauan bersama operator bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut laporan yang diterima berkaitan dengan bangunan operasional dan fasilitas penunjang. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi setiap fasilitas setelah rangkaian gempa.
Fokus pemeriksaan diarahkan pada Bandara Soa karena dampak yang dilaporkan turut menyentuh landasan pacu. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keamanan operasional penerbangan di Bajawa.
Tower Rusak, Layanan Dipindah ke Area Aman
Dampak juga dicatat pada Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Pada lokasi dengan gedung tower yang rusak, pelayanan navigasi penerbangan dipindahkan sementara ke area aman.
Pengelola menyiapkan rencana darurat dan skema Get Airport Ready for Disaster guna mendukung kelancaran distribusi bantuan. Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak dilaporkan selamat.
Lukman menegaskan kondisi personel telah terpantau selama penanganan berlangsung. “Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,” katanya.
Gempa Utama Disusul Guncangan Kedua
Berdasarkan catatan BMKG, gempa utama bermagnitudo 7,0 terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo.
Gempa susulan bermagnitudo 6,2 terjadi pukul 06.13 WITA di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo. Pemantauan terhadap bandara dan fasilitas navigasi dilakukan setelah dua guncangan tersebut.
Pengguna jasa transportasi udara diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara. Informasi mengenai kondisi bandar udara, layanan navigasi, serta operasional penerbangan akan diperbarui setelah asesmen terbaru diterima.






