RANS Gandeng KAP untuk Semester I 2026 di Tengah Tren Laba yang Melemah

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. menggandeng Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra untuk melakukan penelaahan terbatas atas laporan keuangan interimnya. Penugasan itu dilakukan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, ketika tren laba perseroan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pelemahan.

Langkah tersebut menambah lapisan pengawasan sebelum informasi keuangan RANS disampaikan kepada publik dan investor. Perseroan akan menyampaikan hasil penelaahan mengikuti ketentuan dan tenggat yang berlaku.

Keterbukaan mengenai penunjukan KAP disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026. Direktur RANS Entertainment Indonesia Rumunggu Yokonapita menyatakan KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra menjalankan penelaahan tersebut.

Manajemen menyebut, “Pelaksanaan penelaahan terbatas dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra.” Tujuan yang disampaikan perseroan adalah meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan.

Laba Tahun Berjalan Turun Tajam

Data dalam prospektus ringkas RANS memperlihatkan laba tahun berjalan pada 2025 mencapai Rp56,69 miliar. Capaian tersebut turun 41,60% dibandingkan Rp97,07 miliar yang dibukukan pada 2024.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada laba tahun berjalan. Pendapatan, laba kotor, dan laba operasi juga tercatat lebih rendah pada 2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Tahun BukuPendapatanLaba KotorLaba Operasi
2023Rp437,81 miliarRp176,29 miliarRp116,35 miliar
2024Rp410,50 miliarRp159,22 miliarRp88,07 miliar
2025Rp353,38 miliarRp152,72 miliarRp75,55 miliar

Pendapatan RANS pada 2025 berjumlah Rp353,38 miliar, dari Rp410,50 miliar pada 2024. Pendapatan perseroan sebelumnya tercatat Rp437,81 miliar pada 2023.

Kontraksi pendapatan sebesar 13,91% pada 2025 memperpanjang penurunan 6,24% pada 2024. Laba kotor pun turun menjadi Rp152,72 miliar, dibandingkan Rp159,22 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba operasi RANS turun menjadi Rp75,55 miliar pada 2025. Angka itu berada di bawah pencapaian Rp88,07 miliar pada 2024 dan Rp116,35 miliar pada 2023.

Perseroan mencatat penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp200,66 miliar pada 2025 dari Rp251,27 miliar pada 2024. Namun, pengurangan beban tersebut belum dapat menahan penurunan laba tahun berjalan.

Ketentuan Penyampaian Informasi

Penelaahan terbatas merupakan prosedur atas laporan keuangan interim yang memberikan tingkat keyakinan terbatas dibandingkan audit penuh. Proses ini lazim ditempuh perusahaan terbuka untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan sebelum dipublikasikan.

RANS menyatakan pelaksanaan penelaahan mengacu pada Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022. Regulasi tersebut mengatur penyampaian laporan keuangan berkala oleh emiten atau perusahaan publik.

Perseroan juga merujuk Peraturan BEI Nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi. Dalam pengumuman yang disampaikan, RANS belum menjelaskan waktu pasti publikasi hasil penelaahan laporan interim tersebut.

Hasil penelaahan per 30 Juni 2026 akan menjadi bagian dari informasi berkala yang disampaikan RANS kepada pasar. Data kinerja perseroan yang dikutip market.bisnis.com menjadi konteks penting bagi pengawasan laporan keuangan semester pertama tahun ini.

Baca Juga