Penggunaan QRIS dan BRImo menjadi salah satu penopang operasional Bambwi Jaya ketika usaha oleh-oleh khas Demak ini berupaya memperluas pasar. Pilihan pembayaran digital memudahkan pelanggan bertransaksi dan mendukung kegiatan usaha yang terus berkembang.
Di balik kemudahan tersebut, Bambwi Jaya menjalani proses pembenahan yang mencakup administrasi, kemasan, pemasaran, serta peningkatan kapasitas bisnis. Upaya itu membantu usaha yang sempat mengalami penurunan penjualan saat pandemi Covid-19 kembali bertumbuh.
Digitalisasi Mendukung Pelayanan Pembeli
Bambwi Jaya menggunakan QRIS dan BRImo untuk menyediakan metode pembayaran yang lebih praktis. Sistem transaksi ini menjadi bagian dari penyesuaian operasional ketika produk mulai menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kebutuhan usaha tidak hanya berkaitan dengan pembayaran, tetapi juga kestabilan produksi dan pengelolaan modal. Rumiyati memanfaatkan layanan BRI untuk memenuhi kebutuhan keuangan bisnis yang telah dirintisnya.
Ia menyebut petugas BRI membantu memberikan penjelasan terkait layanan yang sesuai bagi usaha. “Kalau ada kendala atau kami membutuhkan informasi, mereka cepat merespons dan membantu mencari solusi,” ujar Rumiyati.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Usaha | Bambwi Jaya, oleh-oleh khas Demak |
| Produk unggulan | Brownies Mocaf Belimbing |
| Metode transaksi | QRIS dan BRImo |
| Dampak ketenagakerjaan | Membuka pekerjaan bagi tiga tenaga kerja lokal |
Belajar Menata Produk dan Pasar
Rumiyati bergabung dengan Rumah BUMN BRI Demak pada 2020 setelah diperkenalkan oleh petugas BRI. Wadah tersebut menyediakan pembinaan bertahap bagi pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.
Materi yang diperoleh Bambwi Jaya meliputi penataan administrasi, pengembangan kemasan, pemasaran, serta pemanfaatan platform digital. Rumiyati juga mengikuti BRI Incubator dan Brilianpreneur untuk memahami strategi bisnis dan peluang pasar.
“Tidak hanya diajarkan soal pemasaran digital, tetapi juga bagaimana membangun produk yang lebih siap bersaing,” kata Rumiyati. Ia memandang pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan UMKM tidak cukup hanya memperoleh akses pembiayaan. Ia menyebut ruang belajar, penguatan kapasitas, dan akses peluang pasar juga dibutuhkan agar usaha lebih adaptif dan berdaya saing.
Berangkat dari Buah Khas Demak
Bambwi Jaya bermula pada 2019 ketika Rumiyati melihat buah belimbing khas Demak belum banyak diolah menjadi oleh-oleh yang menonjol. Ia kemudian mengembangkan Brownies Mocaf Belimbing dengan memadukan tepung mocaf dan buah belimbing.
Perpaduan bahan lokal tersebut membentuk ciri produk Bambwi Jaya. Brownies itu juga ditawarkan sebagai kudapan bebas gluten dan tinggi serat.
Pandemi Covid-19 sempat menekan penjualan usaha tersebut. Setelahnya, Rumiyati menata kembali bisnis secara bertahap dan mulai memperkuat pengembangan usaha sejak 2023.
Hingga Mei 2026, BRI mengelola 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan. Program itu diarahkan untuk membantu UMKM bertumbuh, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.






