Data Chang’e-5 Mengubah Kronologi Bulan, Aktivitas Vulkaniknya Bertahan Lebih Lama

Aktivitas vulkanik di Bulan ternyata berlangsung hingga sekitar 2 miliar tahun lalu. Temuan dari sampel Chang’e-5 itu memperpanjang rentang sejarah geologis Bulan sekitar 1 miliar tahun dari pemahaman sebelumnya.

Data tersebut kini menjadi salah satu dasar utama pembaruan peta geologi seluruh permukaan Bulan yang disusun China. Peta berskala 1:5 juta itu menyusun kembali catatan mengenai umur, tumbukan, cekungan, dan aktivitas vulkanik di satelit alami Bumi.

Direktur Akademi Ilmu Geologi China atau IGCAGS, Yang Zhiming, menilai pembaruan ini membuat pembacaan masa lalu Bulan lebih terstruktur. “Sejarah geologi Bulan telah ditulis ulang, tepatnya disempurnakan dan disistematiskan,” kata Yang.

Rentang Waktu Geologi Bertambah

Sampel yang dibawa misi Chang’e-5 mengonfirmasi bahwa Bulan belum sepenuhnya berhenti mengalami aktivitas vulkanik pada periode yang lebih muda. Konfirmasi umur sekitar 2 miliar tahun ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan urutan waktu geologi Bulan.

Peneliti juga memperbarui batas usia untuk tiga periode geologi Bulan kuno, yakni Aitkenian, Nectarian, dan Imbrian. Pembaruan batas tersebut membantu menempatkan peristiwa geologi di permukaan Bulan dalam kerangka waktu yang lebih konsisten.

Peta baru ini tidak hanya berfungsi sebagai gambar permukaan Bulan. Dokumen kartografi tersebut menjadi basis untuk membaca hubungan antara bekas tumbukan, wilayah cekungan, dan jejak aktivitas vulkanik yang tersisa.

Elemen PemetaanDataKeterangan
Skala peta1:5 jutaMencakup seluruh permukaan Bulan
Kawah tumbukanLebih dari 13.500Diidentifikasi oleh peneliti
Cekungan81Masuk dalam identifikasi peta
Ukuran peta2,8 x 1,2 meterVersi baru dari peta 2024

Ribuan Jejak Tumbukan Dipetakan

Dalam pemetaan terbaru, para peneliti mengidentifikasi lebih dari 13.500 kawah tumbukan dan 81 cekungan di permukaan Bulan. Menurut CNBC Indonesia yang mengutip Xinhua, peta fisiknya berukuran 2,8 x 1,2 meter.

Jumlah kawah dan cekungan itu memperlihatkan betapa panjangnya rekam jejak tumbukan yang tersimpan di Bulan. Setiap struktur tersebut menjadi bagian dari data yang dipakai untuk menelaah perkembangan permukaan Bulan dari masa ke masa.

Peta ini merupakan pembaruan dari versi yang dibuat pada 2024. Kehadiran informasi dari Chang’e-5 memberi landasan tambahan yang sebelumnya tidak tersedia dalam penyusunan pembacaan geologi Bulan.

Sisi Jauh Turut Menjadi Perhatian

Peta tersebut turut merekam sisi jauh Bulan yang memiliki catatan vulkanik tersendiri. Data dari wilayah ini membuka dasar pembahasan baru mengenai perbedaan sejarah geologi antara berbagai bagian Bulan.

Peneliti rekanan IGCAGS, Jin Ming, menyatakan sampel dan peta itu dapat memperluas diskusi ilmiah. “Sampel bulan dan peta akan memberikan titik awal baru diskusi ilmiah mengenai sisi jauh Bulan,” ujar Jin.

Selain data geologi, China memakai standar kartografi eksklusif dalam penyajian peta ini. Skema warnanya dikaitkan dengan geologi sekaligus estetika tradisional China.

Menurut Yang, kerangka tersebut direncanakan untuk diperluas ke pemetaan geologi Mars dan asteroid. Langkah itu ditujukan untuk membangun kerangka kekayaan intelektual independen bagi agenda eksplorasi ruang angkasa China.

Baca Juga