Jumlah 206 tulang pada tubuh orang dewasa terbentuk melalui proses panjang sejak masa embrio hingga pertumbuhan anak. Pada awal kehidupan, bayi memiliki sekitar 300 tulang karena banyak bagian rangkanya belum menyatu.
Perubahan jumlah tersebut paling mudah dipahami melalui tengkorak dan ujung tulang anak. Ubun-ubun serta lempeng pertumbuhan menunjukkan bahwa rangka manusia tidak langsung terbentuk sebagai struktur kaku sejak lahir.
Ubun-Ubun Bukan Bagian yang Hilang
Kepala bayi memiliki area lunak yang disebut fontanel atau ubun-ubun. Area ini berada di antara bagian tulang tengkorak yang belum menyatu sepenuhnya.
Fontanel memberi ruang bagi perubahan bentuk kepala ketika bayi melewati jalan lahir. Bagian tersebut juga memungkinkan otak berkembang sebelum tengkorak menutup secara bertahap.
Karena terasa lebih lunak, ubun-ubun kerap menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Namun, kondisi tersebut merupakan bagian normal dari perkembangan tengkorak bayi.
Kelenturan rangka bayi didukung oleh tulang rawan, yaitu jaringan ikat yang kuat tetapi tetap lentur. Sifat ini membantu tubuh bayi menyesuaikan diri di ruang rahim yang sempit dan saat proses kelahiran berlangsung.
| Tahap kehidupan | Jumlah tulang | Perubahan utama |
|---|---|---|
| Bayi baru lahir | Sekitar 300 | Bagian rangka masih banyak yang terpisah |
| Masa pertumbuhan | Berubah bertahap | Tulang rawan digantikan dan sejumlah bagian menyatu |
| Orang dewasa | 206 | Rangka menjadi lebih besar, kuat, dan stabil |
Lempeng Pertumbuhan Membentuk Ukuran Tulang
Pertumbuhan panjang dan pembentukan akhir banyak tulang berlangsung di lempeng pertumbuhan pada bagian ujung tulang. Struktur ini menentukan ukuran serta bentuk tulang ketika seseorang berhenti tumbuh.
Lempeng pertumbuhan memiliki kekuatan yang lebih rendah daripada bagian tulang lain. Karena itu, cedera atau patah akibat jatuh pada anak dapat lebih mudah terjadi di area tersebut.
Kalsium menjadi salah satu unsur penting bagi pembentukan jaringan tulang baru. Asupan ini dapat diperoleh dari ASI, susu formula, sayuran hijau, dan produk susu.
Pembentukan tulang telah dimulai sekitar minggu kedelapan perkembangan embrio. Healthline yang dikutip Kompas.com menyebut banyak bagian rangka bayi saat lahir masih seluruhnya atau sebagian tersusun dari tulang rawan.
Osifikasi Membuat Rangka Makin Keras
Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang disebut osifikasi. Kapiler membawa darah kaya nutrisi ke bagian tubuh yang sedang membangun jaringan tulang.
Nutrisi tersebut mendukung osteoblas, sel yang membentuk tulang baru. Osteoblas membangun tulang di sekitar tulang rawan lalu secara perlahan menggantikannya dengan struktur yang lebih keras.
Tulang tidak hanya berfungsi menopang tubuh dari bagian luar. Tulang memiliki periosteum pada permukaan, tulang kompak yang keras, jaringan cancellous berpori, serta sumsum tulang di bagian dalam.
Sumsum tulang berperan dalam produksi sel darah. Fungsi ini membuat perkembangan rangka penting bukan hanya untuk membentuk postur, tetapi juga untuk mendukung kerja tubuh.
Tulang Terus Diperbarui Sepanjang Hidup
Jumlah tulang umumnya telah menetap pada awal masa dewasa, tetapi jaringannya terus berubah. Tubuh menjalankan remodeling melalui pembentukan tulang baru dan resorpsi atau pemecahan tulang lama.
Resorpsi melepaskan kalsium dan mineral lain ke aliran darah. Pada masa anak-anak, laju pembentukan tulang baru lebih cepat daripada proses resorpsi.
Seiring pertambahan usia, keseimbangan itu dapat bergeser dan massa tulang dapat berkurang lebih cepat. Perubahan hormon saat menopause, konsumsi alkohol berlebihan, serta usia yang meningkat dapat mempercepat kehilangan massa tulang.
Kehilangan kepadatan tulang yang berat berkaitan dengan osteoporosis dan risiko tulang lebih mudah patah. Dengan demikian, perjalanan dari sekitar 300 tulang pada bayi menjadi 206 tulang saat dewasa merupakan proses penyatuan sekaligus pembaruan jaringan.






