PLTD Labuan Bajo dioperasikan untuk mendukung pemulihan pasokan setelah gempa mengganggu sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Timur. Pembangkit tersebut digunakan setelah dipastikan berada dalam kondisi aman.
Langkah ini menjadi penting karena PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko mengalami pemadaman mendadak. Gangguan pada dua fasilitas itu terjadi setelah guncangan susulan berlangsung beberapa kali.
Pemulihan tidak dilakukan hanya dengan mengaktifkan pembangkit yang tersedia. Tim teknis juga memeriksa dan membenahi jaringan transmisi serta gardu induk sebelum listrik dinormalkan kepada pelanggan.
Menurut laporan Detik Finance, pengoperasian PLTD Labuan Bajo menjadi bagian dari pemulihan bertahap yang dijalankan PLN. Tahapan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sistem kelistrikan di area terdampak.
| Fasilitas | Kondisi | Penanganan |
|---|---|---|
| PLTMG Maumere | Pemadaman mendadak | Pemulihan bertahap |
| PLTMG Rangko | Pemadaman mendadak | Pemulihan bertahap |
| PLTD Labuan Bajo | Dipastikan aman | Menopang pemulihan pasokan |
Pasokan untuk respons bencana diprioritaskan
PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur mendahulukan rumah sakit dan posko penanganan bencana dalam proses penormalan arus listrik. Fasilitas tersebut membutuhkan pasokan energi agar layanan kesehatan dan operasi tanggap darurat dapat berjalan.
Kawasan permukiman juga menjadi bagian dari pemulihan, tetapi penyalurannya mengikuti kesiapan jaringan dan pembangkit. PLN menempatkan keselamatan masyarakat serta petugas lapangan sebagai fokus dalam proses tersebut.
Pelanggan yang masih mengalami gangguan dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. Saluran itu dapat digunakan warga selama proses penanganan kelistrikan masih berlangsung.
PLN meminta masyarakat tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi terkait gempa maupun kondisi pasokan listrik. Informasi kebencanaan dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan BPBD.
Gempa terjadi pada Sabtu pagi
Gangguan sistem listrik terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 7,7 mengguncang Laut Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WITA. Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur sempat terdampak pemadaman listrik.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Lokasinya sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Gempa tersebut juga sempat memicu penerbitan Peringatan Dini Tsunami. Warga diminta tetap tenang sambil mengikuti informasi resmi dari lembaga yang berwenang.
Penanganan listrik pascagempa memerlukan pemeriksaan berlapis pada pembangkit, transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi. PLN melanjutkan pemulihan dengan mengutamakan kebutuhan fasilitas vital serta keamanan seluruh proses kerja.






