Bukan Batu Permata Raksasa, “Planet Berlian” Ini Diduga Sisa Bintang yang Terkikis

PSR J1719-1438 b kerap disebut planet berlian, tetapi sebutan itu tidak berarti seluruh permukaannya telah terbukti tertutup batu permata. Keunikan paling kuat dari objek ini justru terletak pada dugaan asal-usulnya sebagai sisa bintang yang kehilangan hampir seluruh massanya.

Para peneliti memperkirakan objek tersebut sebelumnya merupakan katai putih bermassa sangat rendah. Saat berinteraksi dengan pulsar, sebagian besar lapisan luar pendamping itu diduga tersedot oleh pengaruh gravitasi.

Sisa Kecil dari Bintang Pendamping

Massa yang masih bertahan diperkirakan hanya sekitar 0,1 persen dari massa awal bintang pendamping. Proses itu diduga menghasilkan benda sangat padat yang tidak dapat disamakan begitu saja dengan planet biasa.

Materi tersisa kemungkinan kaya karbon dan berada dalam tekanan ekstrem. Dalam kondisi tertentu, karbon dapat membentuk struktur kristal yang menyerupai berlian, sehingga lahirlah istilah populer planet berlian.

Namun, kesimpulan mengenai kandungan karbon bukan berasal dari gambar langsung permukaan. Astronom menilainya melalui gabungan data massa, kepadatan, orbit, dan kemungkinan riwayat evolusi sistem tersebut.

Kepadatan minimum objek ini mencapai sekitar 23 gram per sentimeter kubik. Nilai itu melampaui kepadatan rata-rata Bumi, yang hanya sekitar 5,5 gram per sentimeter kubik.

Mengitari Pulsar dalam Hitungan Jam

PSR J1719-1438 b menyelesaikan orbitnya dalam sekitar 2,2 jam atau 0,09 hari. Jaraknya dari pulsar sekitar 600.000 kilometer, yang masih berada dalam skala jarak Bumi-Bulan.

Rata-rata jarak Bumi dan Bulan sekitar 384.000 kilometer. Perbandingan tersebut menggambarkan betapa dekatnya orbit benda ini terhadap objek induknya yang berupa pulsar.

KarakteristikPSR J1719-1438 bPembanding
Massa minimumSekitar 1,2 massa JupiterLebih dari 380 massa Bumi
Periode orbitSekitar 2,2 jam0,09 hari
Jarak orbitSekitar 600.000 kmBumi-Bulan sekitar 384.000 km
Kepadatan minimumSekitar 23 g/cm³Bumi sekitar 5,5 g/cm³

Massa minimum pendamping ini sekitar 1,2 kali massa Jupiter atau lebih dari 380 kali massa Bumi. Sementara itu, ukuran radiusnya belum diketahui pasti, sehingga klaim bahwa ukurannya lima kali Bumi belum bisa dipastikan.

Ditemukan dari Gangguan Sinyal Radio

Pulsar adalah bintang neutron yang berputar sangat cepat dan memancarkan gelombang radio secara berkala. Keteraturan sinyal itu memungkinkan astronom mendeteksi gangguan gravitasi dari objek yang bergerak di sekelilingnya.

PSR J1719-1438 b ditemukan pada 2011 menggunakan metode pulsar timing. Gravitasi pendamping membuat pulsar sedikit bergoyang, lalu perubahan itu terekam sebagai variasi waktu kedatangan sinyal radio.

NASA, sebagaimana dikutip inet.detik.com, menjelaskan bahwa perubahan kecil tersebut membantu memperkirakan keberadaan dan massa minimum benda pendamping. Metode ini tidak dapat memperlihatkan permukaan objek secara langsung.

Kandidat Kaya Karbon Lain

Selain objek di sistem pulsar ini, 55 Cancri e juga pernah dipandang sebagai kandidat dunia kaya karbon. Planet tersebut mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya dan bukan merupakan sisa katai putih seperti PSR J1719-1438 b.

55 Cancri e memiliki ukuran sekitar dua kali diameter Bumi dan massa sekitar sembilan kali massa Bumi. Satu kali orbitnya berlangsung kira-kira 17 jam, dengan kondisi permukaan yang diperkirakan ekstrem.

Belum ada pengamatan langsung yang menunjukkan bongkahan berlian raksasa di permukaan 55 Cancri e maupun PSR J1719-1438 b. Sebutan planet berlian lebih tepat dipakai sebagai gambaran populer atas kemungkinan material karbon superpadat, bukan deskripsi visual yang telah dibuktikan.

Baca Juga