Lewati Risiko Patahan dan Lubang Bor Panjang, PHR Temukan Aliran 2.035 BOPD di Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan berhasil menyelesaikan pengeboran Sumur Menggala South-21 di tengah sejumlah risiko teknis bawah permukaan. Sumur di Wilayah Kerja Rokan, Riau, itu kemudian menghasilkan 2.035 barel minyak per hari dalam pengujian awal.

Operasi pengeboran menghadapi kondisi lubang terbuka yang panjang atau long open hole section. Tim juga perlu mengantisipasi sloughing shale, kehilangan sirkulasi lumpur atau loss circulation, dan lintasan patahan.

Risiko pada pekerjaan ini tidak berhenti pada fase pengeboran. Pada interval produksi, terdapat potensi differential sticking yang dapat mengganggu kelancaran operasi penyelesaian sumur.

PHR menyatakan kendala tersebut ditangani melalui perencanaan matang, penerapan praktik pengeboran yang tepat, dan kolaborasi lintas fungsi. Seluruh pekerjaan dilaporkan selesai tanpa insiden keselamatan kerja.

Hasil Produksi dan Efisiensi Proyek

Di tengah tantangan tersebut, Sumur Menggala South-21 mencatat water cut 0 persen pada pengujian awal. Penyelesaian proyek juga berlangsung 9 persen lebih cepat dibandingkan rencana awal.

Efisiensi biaya yang dicatat mencapai 44 persen. Capaian ini menempatkan produksi awal, penghematan biaya, dan percepatan waktu sebagai hasil utama dari pengembangan sumur tersebut.

KomponenKeterangan
Produksi awal2.035 BOPD
Water cut awal0 persen
Efisiensi biaya44 persen
Percepatan penyelesaian9 persen dari rencana
Target reservoirFormasi Menggala
Kedalaman targetSekitar 4.146 kaki

General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko menyebut pencapaian itu merupakan hasil kerja seluruh tim dalam menjalankan program pengeboran. Ia menilai eksekusi yang aman, efisien, dan berkualitas memberikan tambahan potensi produksi bagi perusahaan serta negara.

“Namun melalui perencanaan matang, penerapan praktik pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, pekerjaan dapat diselesaikan secara aman dan andal,” kata Andre. Pernyataan itu menegaskan pentingnya pengelolaan risiko pada operasi dengan kondisi teknis yang kompleks.

Sumur Baru di Antara Lapangan Eksisting

Menggala South-21 adalah sumur infill yang dikembangkan di antara sumur-sumur yang sudah ada. Pengeboran memakai desain sumur berarah tipe J untuk menjangkau reservoir Formasi Menggala.

Target produksi berada pada kedalaman sekitar 4.146 kaki. Pengembangan melalui sumur infill menunjukkan masih adanya peluang tambahan produksi pada area yang telah menghasilkan minyak.

Media Indonesia melaporkan proyek tersebut dimulai pada Juni 2026 dan rampung pada 19 Juli 2026. Pekerjaan menggunakan Rig GW-337 dengan kapasitas 550 Horse Power Electric Rig.

Penggunaan desain berarah mendukung upaya mencapai sasaran reservoir dalam konfigurasi lapangan yang telah memiliki sumur produksi. Namun, pelaksanaannya tetap menuntut pengendalian risiko terhadap kondisi formasi dan lintasan patahan yang dihadapi.

Peluang Pengembangan Area Menggala

Hasil Sumur Menggala South-21 memperkuat optimisme PHR terhadap pengembangan lanjutan di area Menggala dan sekitarnya. Produksi awal yang tinggi dengan kandungan air nol menjadi data awal penting untuk evaluasi berikutnya.

PHR menyatakan akan terus melakukan evaluasi subsurface dan optimalisasi pengembangan lapangan. Langkah itu ditujukan untuk menjaga kontribusi berkelanjutan terhadap ketahanan energi nasional.

Baca Juga