Arus mahasiswa Indonesia yang memilih kuliah di Thailand telah mencapai 1.155 orang. Perkembangan ini memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu tujuan pendidikan tinggi di kawasan bagi pelajar Indonesia.
Daya tariknya tidak hanya terletak pada jarak yang relatif dekat. Thailand juga memiliki lingkungan pendidikan internasional dengan jumlah mahasiswa asing yang kini disebut melampaui 50.000 orang.
Lingkungan Studi yang Beragam
Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia H. E. Prapan Disyatat menyatakan hampir 50.000 mahasiswa internasional terdaftar di lembaga pendidikan tinggi Thailand pada 2025. Jumlah tersebut kemudian disebut telah melampaui 50.000 mahasiswa, termasuk pelajar dari Indonesia.
Besarnya komunitas internasional itu memberi konteks bagi meningkatnya minat mahasiswa Indonesia. Calon mahasiswa yang belajar di Thailand dapat berada dalam lingkungan pendidikan dengan pergaulan akademik lintas negara.
Kedekatan geografis dan budaya antara Indonesia serta Thailand juga dinilai menjadi faktor pendukung. Faktor tersebut melengkapi penawaran program pendidikan yang berorientasi internasional dari universitas dan lembaga pendidikan Thailand.
Direktur Thai Trade Center Jakarta Hataichanok Sivara menilai kualitas pendidikan, biaya kuliah, dan biaya hidup di Thailand bersifat kompetitif. Ia menyebut pertimbangan tersebut menjadi nilai yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia yang ingin studi ke luar negeri.
Data Pelajar Kedua Negara
Data Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia yang disampaikan dalam Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 mencatat 1.155 mahasiswa Indonesia sedang menempuh studi di Thailand. Pada saat yang sama, lebih dari 800 pelajar Thailand tercatat belajar di Indonesia.
| Kelompok Pelajar | Jumlah | Ruang Lingkup Pendidikan |
|---|---|---|
| Mahasiswa Indonesia | 1.155 orang | Pendidikan tinggi di Thailand |
| Pelajar Thailand | Lebih dari 800 orang | SMP hingga doktoral di Indonesia |
Pelajar Thailand di Indonesia berasal dari jenjang sekolah menengah pertama sampai program doktoral. Prapan menyebut mayoritas dari mereka mengambil pendidikan tingkat sarjana.
Data tersebut menunjukkan pertukaran pendidikan antara Indonesia dan Thailand tidak berlangsung sepihak. Mobilitas pelajar dua arah memperlihatkan adanya hubungan akademik yang terus terhubung di kedua negara.
Indonesia Menjadi Sasaran Kerja Sama
Hataichanok memandang Indonesia sebagai pasar penting untuk pendidikan internasional. Ia menyoroti jumlah penduduk Indonesia yang hampir 290 juta jiwa serta populasi pelajar yang besar dan terus berkembang.
Menurutnya, pelajar dan keluarga di Indonesia semakin aktif mempersiapkan karier masa depan melalui pendidikan. Hal itu menciptakan peluang lebih besar bagi kampus Thailand untuk menjalin kemitraan.
“Indonesia adalah pasar yang penting bagi pendidikan, dengan jumlah penduduk hampir 290 juta jiwa dan populasi pelajar yang besar serta terus berkembang. Indonesia menawarkan potensi yang signifikan bagi kerja sama pendidikan internasional,” kata Hataichanok.
Peluang kemitraan itu mencakup beasiswa, kesempatan kuliah, dan pertukaran pelajar. Penguatan kerja sama tersebut dibahas saat pembukaan Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 di Hotel The Westin Jakarta pada 18 Agustus 2026.
Acara itu menghadirkan perwakilan dari 15 lembaga pendidikan Thailand. Prapan menyatakan kehadiran mereka merupakan langkah untuk memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia yang telah berlangsung erat dalam waktu lama.
Bertambahnya mahasiswa Indonesia di Thailand memperlihatkan pilihan pendidikan regional makin terbuka. Thailand pun tidak lagi hanya dikenal melalui sektor pariwisata, melainkan juga melalui peluang pendidikan tingginya.






