Retakan Runway hingga Tower Rusak, 6 Bandara Flores Tetap Layani Penerbangan

Retakan pada runway dan taxiway, kerusakan tower, serta plafon terminal yang terdampak gempa tidak menghentikan layanan penerbangan di enam bandara Flores dan sekitarnya. Pemerintah menerapkan pengamanan dan pembatasan akses pada area yang berpotensi membahayakan.

Langkah tersebut menjaga pergerakan pesawat, penumpang, logistik, dan bantuan kemanusiaan tetap berlangsung setelah gempa pada Sabtu (15/8). Keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam setiap penyesuaian operasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa memastikan bandara-bandara di wilayah tersebut tetap beroperasi normal. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/8).

Penanganan di lapangan mencakup pembersihan material, pemeriksaan struktur, mitigasi kerusakan, dan pengamanan peralatan. Pada lokasi tertentu, layanan komunikasi penerbangan dibantu perangkat VHF-A/G portabel dan fungsi layanan dialihkan melalui rencana darurat.

Daftar Bandara yang Tetap Melayani Penerbangan

BandaraLokasiLangkah Penanganan
Soa BajawaBajawaMitigasi dan pembatasan area
KomodoLabuan BajoPembersihan terminal dan komunikasi portabel
H. Hasan AroeboesmanEndeLayanan dari Watchroom PKP-PK
Umbu Mehang KundaWaingapuPerbaikan struktur dan pembatasan akses
Frans Sales LegaRutengEvaluasi struktur, sisi udara aman
Fransiskus Xaverius SedaMaumereDukungan bantuan dan mobilisasi

1. Bandara Soa Bajawa

Bandara Soa Bajawa mengalami kerusakan pada plafon, kaca terminal, dinding, dan kolom sejumlah bangunan. Retak memanjang juga ditemukan pada runway bandara.

Petugas membersihkan material, mengamankan peralatan, menggunakan VHF-A/G portabel, dan menempatkan armada PKP-PK di luar gedung. Pelayanan penerbangan tetap berjalan dengan pembatasan pada area tertentu sebagai antisipasi gempa susulan.

2. Bandara Komodo di Labuan Bajo

Kerusakan di Bandara Komodo mencakup plafon terminal dan fire station, retakan dinding gedung administrasi, serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Terminal telah dibersihkan sehingga penerbangan dan layanan tower kembali berjalan normal.

Komunikasi penerbangan sempat didukung VHF-A/G portabel yang digunakan di luar tower pada penanganan awal. Dukungan itu menjaga kelancaran komunikasi selama fasilitas terkait ditangani.

3. Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende

Plafon terminal, dinding gedung PKP-PK, dan struktur tower Bandara H. Hasan Aroeboesman mengalami kerusakan. Petugas membersihkan terminal agar pelayanan penumpang tetap dapat dilakukan.

Layanan lalu lintas udara dijalankan melalui rencana darurat dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Operasional penerbangan tetap dilaksanakan dengan pengawasan terhadap keselamatan.

4. Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu

Bandara Umbu Mehang Kunda mengalami kerusakan pada partisi dinding kaca terminal lantai dua. Perbaikan struktur sedang dilakukan di area yang terdampak.

Akses menuju bagian yang berisiko dibatasi dan diamankan oleh petugas. Operasional bandara serta navigasi penerbangan tetap berlangsung normal.

5. Bandara Frans Sales Lega di Ruteng

Kerusakan pada arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat atau kantor, dinding PKP-PK, dan tower ditemukan di Bandara Frans Sales Lega. Petugas masih melakukan pembersihan terminal dan evaluasi struktur bangunan.

Hasil pemeriksaan menyatakan sisi udara bandara tetap aman digunakan. Layanan penerbangan pun dapat diteruskan di tengah proses evaluasi.

6. Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere

Bandara Fransiskus Xaverius Seda mengalami kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal lantai dua. Runway dan apron bandara dilaporkan dalam kondisi baik.

Bandara tetap beroperasi untuk mendukung pergerakan bantuan, mobilisasi pemerintah, Presiden Republik Indonesia, serta unsur TNI/Polri. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melanjutkan koordinasi bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, BNPB, Basarnas, TNI/Polri, dan pemerintah daerah.

Baca Juga