Rencana insentif untuk satu juta motor listrik disiapkan pemerintah sebagai strategi memperbesar industri kendaraan listrik nasional. Kebijakan itu juga diarahkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak impor melalui percepatan penggunaan kendaraan listrik.
Pemerintah menempatkan produksi dalam negeri sebagai unsur penting dalam program tersebut. Insentif ditujukan kepada perusahaan Indonesia yang mampu membangun motor listrik produksi nasional.
Tiga Sasaran dalam Kebijakan Insentif
Presiden Prabowo Subianto menyebut kebijakan ini memiliki dampak yang diharapkan langsung terasa pada beberapa sektor. Pemerintah menargetkan biaya kendaraan lebih rendah bagi masyarakat, konsumsi BBM impor berkurang, dan industri motor listrik nasional membesar.
Prabowo menyampaikan rencana itu dalam pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan. Ia menegaskan dukungan besar akan diberikan kepada pelaku industri yang memenuhi target produksi di dalam negeri.
“Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” ujar Prabowo. Pernyataan itu memperlihatkan keterkaitan erat antara insentif dan penguatan kapasitas manufaktur nasional.
Program ini tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya jumlah motor listrik di jalan. Pemerintah juga ingin membangun fondasi industri yang mencakup pasokan komponen hingga layanan setelah penjualan.
Baterai Menjadi Perhatian Awal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan baterai sebagai salah satu aspek awal dalam pengembangan ekosistem motor listrik. Penguatan baterai dinilai sejalan dengan agenda memperbesar industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Selain baterai, ekosistem yang disiapkan pemerintah mencakup rantai pasok komponen, perangkat lunak, dan layanan purnajual. Kesiapan unsur-unsur tersebut akan mendukung industri motor listrik agar tidak hanya bertumpu pada produksi unit kendaraan.
Prabowo sebelumnya meresmikan motor listrik nasional buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA. Peresmian berlangsung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8).
Pada kesempatan itu, Prabowo memuji keberanian pelaku usaha swasta yang mengambil risiko memproduksi motor listrik nasional. Menurutnya, produsen dalam negeri menghadapi persaingan dari motor listrik buatan China, Jepang, dan Korea Selatan.
ALVA dan Gesits Disebut Sebagai Penerima
Di tengah pematangan skema, Airlangga menyebut ALVA dan Gesits sebagai dua produk penerima insentif pemerintah. Keterangan itu disampaikan dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta.
| Merek | Status dalam Kebijakan | Posisi dalam Skema |
|---|---|---|
| ALVA | Disebut sebagai penerima | Masuk insentif motor listrik yang dimatangkan |
| Gesits | Disebut sebagai penerima | Masuk insentif motor listrik yang dimatangkan |
Airlangga mengatakan, “Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits.” CNN Indonesia melaporkan bahwa anggaran bagi masing-masing merek telah disiapkan dalam proses penyusunan skema tersebut.
Nilai insentif bagi ALVA maupun Gesits belum dijelaskan dalam pernyataan pemerintah. Rincian lebih lanjut mengenai bentuk dukungan masih menunggu pematangan kebijakan.
Penyebutan dua merek itu menegaskan bahwa pemerintah mulai menghubungkan target produksi satu juta unit dengan produk yang telah diidentifikasi. Kelanjutan program akan mencakup insentif produksi sekaligus penguatan baterai, komponen, perangkat lunak, dan layanan purnajual.






