Target Pendapatan Negara Rp3.426 Triliun, Pajak 2027 Dipasang Tumbuh 12,14 Persen

Pemerintah memproyeksikan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun. Target tersebut tumbuh 6,8 persen dari outlook 2026 dan menempatkan penerimaan pajak sebagai penggerak utama penguatan fiskal.

Penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp2.591,4 triliun, meningkat 12,14 persen dari outlook APBN 2026. Pemerintah menggunakan kenaikan itu untuk mengejar tax ratio sebesar 9,27 persen terhadap PDB.

Struktur Target Pendapatan 2027

Target pendapatan negara 2027 juga setara 12,25 persen terhadap PDB. Selain pajak, pemerintah menghitung kontribusi dari kepabeanan dan cukai, penerimaan negara bukan pajak, serta hibah.

KomponenNilai 2027Catatan
Total pendapatan negaraRp3.426 triliunTumbuh 6,8% dari outlook 2026
Total penerimaan perpajakanRp2.908 triliunTerdiri atas pajak, kepabeanan, dan cukai
Penerimaan pajakRp2.591,4 triliunNaik 12,14% dari outlook 2026
PNBPRp517,4 triliunKomponen pendapatan negara
HibahRp7 triliunKomponen pendapatan negara

Total penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp2.908 triliun. Nilai itu mencakup penerimaan pajak dan penerimaan kepabeanan serta cukai.

Rasio Pajak Naik di Tengah Tekanan Cukai

Target tax ratio 9,27 persen lebih tinggi daripada posisi 8,97 persen dalam outlook 2026. Pemerintah memperkirakan peningkatan penerimaan pajak dapat mendorong rasio tersebut meski kepabeanan dan cukai melemah.

Penerimaan kepabeanan dan cukai pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp316,6 triliun. Angka itu turun 1,25 persen secara tahunan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan arah proyeksi itu dalam Konferensi Pers RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menyatakan penerimaan perpajakan akan menjadi komponen yang mengalami penguatan paling besar.

Data pengumpulan pajak pada 2026 menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah. Investor Daily melaporkan pengumpulan pajak hingga pertengahan Agustus 2026 telah tumbuh 30 persen.

“Jadi perpajakan harusnya akan lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan data terakhir hari ini, pertumbuhan pengumpulan pajak kita sudah mencapai 30%,” kata Purbaya.

Ekonomi Diharapkan Menjaga Momentum

Pemerintah menilai stabilitas makroekonomi akan mendukung pencapaian target penerimaan pada 2027. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026 dan 5,29 persen pada triwulan II-2026.

Pertumbuhan di atas 5 persen selama tiga triwulan terakhir dipandang sebagai modal untuk menjaga momentum. Pemerintah juga akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan agar pertumbuhan mendekati 6 persen pada akhir 2026.

Untuk 2027, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di sekitar 6 persen, dengan kemungkinan sedikit berbeda dari angka tersebut. Proyeksi ekonomi itu melengkapi strategi pemerintah untuk memperbesar penerimaan perpajakan dan ruang fiskal negara.

Baca Juga