Saham BYAN menyentuh Rp17.100 pada perdagangan pagi Selasa, 18 Agustus 2026, setelah kenaikannya mencapai hingga 19%. Pada waktu yang sama, IHSG bergerak di 6.485,01 dan mendekati level psikologis 6.500.
Pergerakan saham Bayan Resources menjadi sorotan karena terjadi cepat sejak awal pembukaan. Saham berkode BYAN sebelumnya dibuka menguat sekitar 7% pada level Rp15.500.
Kenaikan BYAN muncul setelah beredar rumor akuisisi oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Informasi tersebut dikaitkan dengan sentimen yang menopang penguatan saham dan laju indeks pada perdagangan pagi.
Indeks Menguat Bersama Sebaran Saham Hijau
IHSG dibuka pada posisi 6.448, lalu menguat menjadi 6.485,01 pada pukul 09.05 WIB. Kenaikan itu tercatat sebesar 83,12 poin atau 1,30% dari posisi pembukaan perdagangan.
Data RTI menunjukkan IHSG sempat bergerak dalam rentang 6.448,26 sampai 6.485,24. Titik tertinggi indeks berada sangat dekat dengan batas 6.500.
Penguatan pasar juga tercermin pada jumlah saham yang naik. Sebanyak 313 saham menguat, sementara 187 saham melemah dan 209 saham stagnan.
| Pergerakan Pagi | Data |
|---|---|
| IHSG saat pembukaan | 6.448 |
| IHSG pukul 09.05 WIB | 6.485,01 |
| Kenaikan IHSG | 83,12 poin atau 1,30% |
| Saham menguat | 313 saham |
| Saham melemah | 187 saham |
Nilai dan Volume Transaksi Mengikuti Penguatan
Perdagangan awal sesi membukukan volume 1,88 miliar saham. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp915,26 miliar.
Frekuensi perdagangan mencapai 146.166 kali. Angka tersebut menggambarkan aktivitas transaksi yang tetap ramai saat indeks dan saham BYAN bergerak menguat.
| Indikator | Catatan |
|---|---|
| Harga awal BYAN | Rp15.500 |
| Harga pagi BYAN | Rp17.100 |
| Kenaikan BYAN | Hingga 19% |
| Volume perdagangan | 1,88 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp915,26 miliar |
| Frekuensi perdagangan | 146.166 kali |
Penguatan Harian Berhadapan dengan Tekanan Jangka Panjang
Perdagangan pagi yang positif berlangsung ketika kinerja IHSG dalam beberapa periode masih menunjukkan tekanan. Secara mingguan indeks naik 1,85%, sedangkan dalam sebulan penguatannya mencapai 4,03%.
Namun, IHSG masih turun 27% sejak awal tahun. Dalam tiga bulan terakhir, indeks melemah 6,98% dan dalam enam bulan turun 27,77%.
| Periode | Kinerja IHSG |
|---|---|
| Mingguan | Naik 1,85% |
| Bulanan | Naik 4,03% |
| Sejak awal tahun | Turun 27% |
| Tiga bulan | Turun 6,98% |
| Enam bulan | Turun 27,77% |
Catatan tersebut menempatkan kenaikan pagi sebagai penguatan yang terjadi di tengah kinerja lebih panjang yang belum sepenuhnya positif. Laju BYAN ke Rp17.100 dan posisi IHSG yang hampir mencapai 6.500 menjadi perkembangan utama pada sesi awal perdagangan.






