Dolar Melemah Menahan Koreksi Emas, tetapi Tekanan Jual Belum Reda

Pelemahan Dolar AS dan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah memberi penopang bagi emas saat tekanan jual meningkat. Namun, dukungan fundamental itu belum sepenuhnya menghapus risiko koreksi setelah harga gagal bertahan di atas US$ 4.417 per ons troi.

Harga emas ditutup melemah 0,5 persen menjadi US$ 4.394,88 per ons troi pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Pasar kini mengamati US$ 4.348 per ons troi sebagai batas yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Investor juga menunggu risalah pertemuan terbaru The Fed pada Rabu (19/8/2026). Dokumen ini menjadi perhatian karena berpotensi memberi petunjuk tentang kebijakan moneter Amerika Serikat berikutnya.

Ekspektasi menurunnya peluang kenaikan suku bunga acuan dinilai mendukung daya tarik emas. Faktor tersebut bergerak sejalan dengan pelemahan dolar yang dapat membantu menahan penurunan harga logam mulia.

Ketidakpastian Global Menjaga Minat

Ketidakpastian geopolitik menambah alasan pasar mempertahankan perhatian pada emas sebagai aset aman. Prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran disebut memburuk setelah berakhirnya masa gencatan senjata.

Perkembangan tersebut terjadi ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menurun. Kondisi ini berpotensi membatasi tekanan jual, meski pasar tetap menghadapi sinyal teknikal yang kurang menguntungkan.

Di sisi teknikal, analis Dupoin Futures Geraldo Kofit melihat momentum kenaikan mulai hilang pada grafik kerangka waktu empat jam. Pembeli dinilai belum mampu mengumpulkan kekuatan yang memadai untuk membawa harga ke area lebih tinggi.

Kegagalan mempertahankan penguatan di atas US$ 4.417 membentuk sinyal false break. Kondisi ini dapat mendorong aksi ambil untung karena kenaikan yang diharapkan tidak berlanjut.

HargaStatus TeknisPerhatian Pasar
US$ 4.417 per ons troiResistanceGagal dipertahankan saat harga menguat
US$ 4.394,88 per ons troiHarga terakhirMelemah 0,5 persen pada Selasa
US$ 4.348 per ons troiSupportMenjadi batas penting risiko penurunan

Level US$ 4.348 menjadi area yang menentukan bagi Harga Emas dalam waktu dekat. Bertahannya harga di atas level ini dapat membuka peluang pemulihan teknikal apabila momentum beli kembali terbentuk.

Penembusan ke bawah support itu akan memberi sinyal bahwa tekanan jual memperoleh ruang lebih besar. Kondisi tersebut dapat membuat pelemahan yang terjadi setelah gagal melewati resistance berlanjut ke tahap berikutnya.

Geraldo menilai reaksi harga di area support akan memperjelas sifat koreksi yang berlangsung. Pasar perlu melihat apakah pembeli mampu merespons penurunan atau justru membiarkan harga bergerak lebih rendah.

Sentimen dari Dolar AS, arah kebijakan The Fed, dan risiko geopolitik masih dapat menjadi penahan koreksi. Meski demikian, faktor-faktor tersebut akan berhadapan dengan dorongan ambil untung yang muncul dari kegagalan emas menjaga penguatan.

Dengan demikian, pergerakan berikutnya tidak hanya bergantung pada satu sentimen. Ketahanan harga di US$ 4.348 akan menjadi penanda utama, sementara risalah The Fed dan perkembangan Selat Hormuz tetap berada dalam radar investor.

Baca Juga