Di Tengah Rupiah Tertekan, BBRI Tetap Menarik Dana Asing Rp719 Miliar

Saham BBRI tetap menarik beli bersih investor asing senilai Rp719 miliar ketika pasar saham domestik menghadapi tekanan nilai tukar rupiah. Akumulasi tersebut menjadi yang terbesar dalam daftar pembelian asing menurut data BNI Sekuritas.

Rupiah pada Selasa, 18 Agustus 2026, berada di level Rp17.813 per dolar AS. Bersamaan dengan menurunnya volume perdagangan, situasi itu membatasi pergerakan IHSG yang cenderung melemah.

IHSG Berada dalam Fase Konsolidasi

IHSG menutup pekan ketiga Agustus 2026 pada level 6.401 atau turun 0,12 persen. Pelemahan indeks berlangsung meski dana asing masih masuk ke sejumlah saham pilihan.

Analis BNI Sekuritas Kevin J. Hutabarat memperkirakan IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan turun pada pekan ini. Indeks berpotensi menguji support pertama 6.363, kemudian support kedua 6.039.

Apabila pasar merespons sentimen positif, resistance terdekat IHSG berada pada 6.557. Resistance selanjutnya diproyeksikan berada di level 6.838.

BBRI Memimpin Pembelian Bersih

Aliran dana asing pada BBRI jauh melampaui saham lain yang masuk daftar pembelian bersih. TINS berada di urutan kedua dengan beli bersih Rp244 miliar, diikuti BREN, ANTM, dan BBCA.

SahamAksi AsingNilai Transaksi
BBRIBeli bersihRp719 miliar
TINSBeli bersihRp244 miliar
BRENBeli bersihRp163 miliar
ANTMBeli bersihRp148 miliar
BBCABeli bersihRp126 miliar

Masuknya dana asing ke BBRI terjadi di tengah kondisi pasar yang tidak seragam. Investor tampak memilih saham tertentu, sementara beberapa emiten besar justru menerima tekanan jual bersih.

BMRI menjadi saham dengan jual bersih asing terbesar, yaitu Rp821 miliar. Pelepasan juga tercatat pada TPIA sebesar Rp409 miliar, ASII Rp264 miliar, TLKM Rp247 miliar, dan UNTR Rp101 miliar.

SahamAksi AsingNilai Transaksi
BMRIJual bersihRp821 miliar
TPIAJual bersihRp409 miliar
ASIIJual bersihRp264 miliar
TLKMJual bersihRp247 miliar
UNTRJual bersihRp101 miliar

Rekomendasi untuk Saham BBRI

Harga BBRI pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, tidak berubah di Rp3.120 per saham. Nilai kapitalisasi pasar perseroan saat itu mencapai Rp468 triliun.

JP Morgan memberikan peringkat overweight dengan target harga Rp3.400 untuk BBRI. KB Valbury Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.010 per lembar.

JP Morgan melihat perbaikan internal BBRI serta program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah sebagai perkembangan positif. Perwakilan JP Morgan menyebut, “Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah.”

Strategi Perdagangan Jangka Pendek

BNI Sekuritas merekomendasikan spekulasi beli pada TPIA, ANTM, RAJA, PTRO, EXCL, dan PGAS. Rekomendasi itu ditujukan untuk memanfaatkan pergerakan harga yang terbatas dalam kondisi pasar yang masih tertekan.

Pergerakan BBRI selanjutnya tetap akan menjadi perhatian karena arus masuk dana asing terjadi saat indeks dan rupiah belum menunjukkan penguatan. Kontras tersebut menegaskan bahwa sentimen pasar sedang membentuk pemilihan saham yang lebih selektif.

Baca Juga