Pelindo Dorong Tol Terpadu ke Priok, Beban Waktu dan Biaya Logistik Jadi Taruhan

Pelindo mendukung rencana pemerintah mengintegrasikan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dorongan itu muncul karena perjalanan kendaraan logistik masih menghadapi transaksi berulang yang dapat menambah waktu dan biaya distribusi.

Isu utama dari rencana ini adalah kelancaran pergerakan barang pada jalur strategis menuju pelabuhan. Sistem yang lebih terhubung diharapkan membuat konektivitas infrastruktur memberi manfaat lebih besar bagi pelaku usaha dan pengguna jalan.

Efisiensi Menjadi Pertimbangan Utama

Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menyatakan pedoman integrasi diperlukan untuk mengurangi inefisiensi perjalanan antar-ruas tol. Menurutnya, penyempurnaan konektivitas dapat memperkuat distribusi barang di dalam negeri.

“Pelindo menyambut optimis upaya pemerintah dalam merumuskan pedoman integrasi jalan tol ini sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional,” kata Farid dalam keterangan tertulis. Pernyataan tersebut dikutip Viva.co.id dalam pemberitaan mengenai pembahasan kebijakan itu.

Farid berharap penerapan kebijakan dapat dilakukan secara optimal. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun dunia usaha yang bergantung pada kelancaran pergerakan barang.

Rencana integrasi menjadi relevan karena kendaraan logistik kini masih melalui beberapa ruas berbayar secara terpisah. Proses tersebut menciptakan transaksi berulang atau double handling dalam perjalanan menuju dan dari kawasan pelabuhan.

Koridor Tol yang Masuk Rencana

Tiga ruas jalan tol disiapkan dalam skema integrasi untuk menopang akses ke Tanjung Priok. Ruas tersebut mencakup JTCC, Japek atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed, dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Nama RuasFungsi yang Disebutkan
Jalan Tol Cibitung-CilincingMenghubungkan kawasan timur Jakarta dengan area pelabuhan
Jalan Tol Jakarta-Cikampek/Japek-MBZBagian dari jalur integrasi menuju Tanjung Priok
Jalan Tol Akses Tanjung PriokMendukung akses kendaraan ke kawasan pelabuhan

JTCC memiliki posisi khusus sebagai penghubung kawasan penyangga di timur Jakarta dan Tanjung Priok. Pengelolaan ruas ini berada di bawah PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways atau PT CTP Tollways, entitas Pelindo Group.

Direktur Utama PT CTP Tollways Derry Febrian Putra menyatakan JTCC telah dipersiapkan untuk memperlancar konektivitas dua arah. Ia menilai penggabungan dengan ruas lain akan memperbesar peran jalan tol tersebut dalam sistem distribusi.

“Adanya integrasi JTCC dengan ruas tol lain kami yakini akan semakin meningkatkan peran fungsi JTCC dalam mendukung efisiensi logistik Jakarta dan daerah pendukungnya dan lebih jauh lagi mendukung efisiensi logistik nasional,” ujar Derry. PT CTP Tollways menyatakan siap bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menjalankan rencana tersebut.

Pedoman Masih Dalam Tahap Konsultasi

Pemerintah membahas rancangan aturan melalui Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Integrasi Jalan Tol. Konsultasi digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026, oleh Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU.

Pemangku kepentingan lintas sektor hadir dalam forum tersebut, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Danantara Asset Management. Badan usaha jalan tol, organisasi transportasi, dan kelompok konsumen juga terlibat dalam pembahasan.

Dukungan terhadap integrasi muncul dengan harapan kebijakan dapat segera memberi dampak bagi pengguna jalan tol dan kegiatan usaha. Namun, penerapannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, operator tol, pelaku usaha, serta pengelola pelabuhan.

Pelindo menilai kebijakan ini sejalan dengan penguatan portofolio aset strategis BUMN di bawah pengelolaan Danantara Asset Management. Sinergi antarinfrastruktur dipandang dapat menciptakan sistem nasional yang lebih efisien sekaligus menambah nilai ekonomi.

Perusahaan juga menekankan pentingnya iklim investasi jalan tol yang tetap terjaga. Keberlanjutan pengembangan infrastruktur menjadi salah satu unsur yang menentukan efektivitas konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Juga