Area 6.400 menjadi penentu arah IHSG setelah indeks menutup perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, di level 6.401,89. Posisi ini membuat pasar mencermati peluang indeks untuk menguji resistance 6.450 pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Penutupan tersebut terjadi setelah IHSG melemah 1,59 persen. Meski koreksi cukup dalam, indikator teknikal yang dicermati Phintraco Sekuritas menunjukkan sejumlah sinyal positif.
Sinyal Rebound di Tengah Koreksi
Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area pivot 6.400. Selain itu, histogram positif MACD mengalami pelebaran, yang menjadi salah satu dasar proyeksi pengujian resistance.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG dapat bergerak menuju rentang 6.450 hingga 6.480. Namun, proyeksi tersebut tetap bergantung pada respons investor terhadap sentimen yang berkembang di dalam negeri.
| Parameter | Level | Arti bagi Pergerakan |
|---|---|---|
| Resistance | 6.450 | Area yang berpeluang diuji |
| Pivot | 6.400 | Patokan teknikal utama |
| Support | 6.350 | Batas penopang saat koreksi |
Area support 6.350 menjadi titik yang perlu diperhatikan apabila indeks kembali menghadapi tekanan jual. Sebaliknya, kemampuan bertahan di sekitar pivot dapat menjaga peluang menuju resistance tetap terbuka.
Sentimen Investasi Mengemuka
Pasar memperoleh sentimen dari capaian investasi pada Semester I-2026 yang disebut menembus Rp1.010 triliun. Dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, capaian tersebut dikaitkan dengan pembukaan 1,4 juta lapangan kerja baru.
Pertumbuhan ekonomi pada Semester I-2026 juga tercatat sebesar 5,45 persen secara tahunan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen secara tahunan pada akhir 2026.
Menurut Phintraco Sekuritas, investasi dapat berdampak positif terhadap perbankan, konsumsi, industri, serta konstruksi. Efek itu dinilai dapat terjadi apabila investasi menghasilkan dorongan lanjutan bagi konsumsi dan penyaluran kredit.
B50 Dorong Perhatian pada CPO
Pemerintah menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026 melalui program biodiesel B50. Kebijakan ini diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun dan meningkatkan permintaan CPO dalam negeri.
Perhatian pasar juga tertuju pada pengumuman swasembada pangan dan pertanian. Komoditas yang disebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit.
Perkembangan itu dipandang positif bagi sektor poultry, perkebunan, pupuk, dan pengolahan makanan. Sektor tersebut berkaitan dengan rantai produksi komoditas pangan yang disebut dalam pengumuman pemerintah.
Rekomendasi Saham
Phintraco Sekuritas memasukkan BMRI, BBNI, BBCA, TINS, dan MDKA dalam rekomendasi perdagangan. Saham-saham tersebut disoroti di tengah sentimen investasi, konsumsi, industri, konstruksi, serta kebijakan yang terkait CPO.
Di luar sentimen sektoral, pasar juga menantikan pelaksanaan restrukturisasi BUMN yang ditargetkan menyisakan maksimal 300 entitas pada akhir 2026. Kebijakan itu diestimasi menghemat biaya overhead hingga Rp50 triliun per tahun, dengan dividen tahun buku 2026 diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan PMN.






