Satu titik fosil pada peta modern dapat menghasilkan beberapa perkiraan posisi purba ketika dihitung dengan model lempeng yang berbeda. PACA dirancang untuk memperlihatkan perbedaan itu sekaligus mengukur ketidakpastian rekonstruksi secara otomatis.
Alat web gratis ini dapat membandingkan hingga lima model lempeng global dalam satu proses. Pengguna memperoleh rentang paleolatitudinal dan jarak geografis terjauh antarmodel, yang dinyatakan dalam kilometer.
Pendekatan tersebut penting karena pergerakan lempeng tektonik membuat posisi suatu wilayah pada masa kini berbeda dengan letaknya jutaan tahun lalu. Bagi penelitian fosil, konteks ruang purba diperlukan untuk memahami lokasi organisme ketika masih hidup.
Perbandingan Model untuk Mengukur Selisih
PACA, atau Paleocoordinates Calculator, memanfaatkan paket R palaeoverse yang terhubung dengan layanan web GPlates. Sistem ini mengonversi koordinat modern menjadi paleokoordinat berdasarkan model pergerakan lempeng tektonik.
Hasil dari setiap model tidak selalu menghasilkan prediksi posisi yang sama. Karena itu, perbandingan antarmodel memberi pengguna gambaran lebih langsung mengenai tingkat ketidakpastian tektonik pada titik yang diteliti.
| Model lempeng global | Peran dalam PACA |
|---|---|
| PALEOMAP | Dasar perbandingan rekonstruksi |
| GOLONKA | Dasar perbandingan rekonstruksi |
| MERDITH2021 | Dasar perbandingan rekonstruksi |
| TorsvikCocks2017 | Dasar perbandingan rekonstruksi |
| MATTHEWS2016_pmag_ref | Dasar perbandingan rekonstruksi |
Data hasil perhitungan dapat diekspor dalam format tabel untuk kebutuhan analisis statistik selanjutnya. Dengan demikian, pengguna tidak hanya melihat satu titik hasil, tetapi juga variasi yang muncul dari model-model yang tersedia.
Antarmuka Web Menggantikan Tahap yang Rumit
Untuk menggunakan PACA, pengguna cukup mengunggah berkas CSV yang memuat koordinat lokasi saat ini serta usia geologis temuan. Sistem kemudian menghasilkan perkiraan posisi lokasi itu pada periode geologis yang dipilih dalam hitungan detik.
Sebelumnya, rekonstruksi pergerakan lempeng lazim dikerjakan memakai program desktop khusus atau alur kerja yang membutuhkan pemrograman. Kebutuhan teknis tersebut dapat menjadi hambatan bagi pengguna yang harus memproses banyak data.
Antonio Monleón-Getino, kepala BIOST3 Research Group Universitas Barcelona, menyebut PACA mengurangi hambatan metodologis dalam rekonstruksi lokasi purba. “Anda cukup mengunggah file CSV berisi koordinat saat ini dan usia geologis dari temuan tersebut untuk mendapatkan paleokoordinat yang tepat hanya dalam hitungan detik,” ujarnya seperti dimuat Kompas.com.
Antarmuka ini ditujukan bagi peneliti, pengajar, hingga masyarakat umum yang ingin menelusuri perubahan posisi geografis Bumi. Perhitungannya dapat mendukung kajian paleontologi dan ilmu kebumian yang memerlukan konteks paleogeografi.
Visualisasi Peta Purba dalam Tiga Dimensi
Selain menyediakan tabel, PACA memiliki penampil tiga dimensi interaktif untuk memperlihatkan titik hasil rekonstruksi. Tampilan itu dibuat menggunakan React dan Blender.
Titik tersebut ditempatkan pada peta paleogeografi dari PALEOMAP Project karya Christopher Scotese. Peta itu telah disesuaikan dengan International Chronostratigraphic Table agar pengguna dapat melihat hubungan antara usia geologis dan posisi wilayah masa lalu.
Ketelitian Diuji pada 142 Rekonstruksi
Tim BIOST3 melakukan validasi silang terhadap 142 rekonstruksi dari berbagai lokasi di dunia. Pengujian itu menilai apakah hasil dari antarmuka web berbeda dari alur kerja GPlates yang konvensional.
Keluaran otomatis PACA dilaporkan nyaris identik secara matematis dengan hasil alur kerja tersebut. Rata-rata galat spasialnya kurang dari 17 meter, angka yang kecil untuk perhitungan pada skala planet.
Koefisien korelasi konkordansi atau CCC tercatat sebesar 1.000 untuk seluruh model yang diuji. Tim juga tidak menemukan indikasi bias pemrosesan yang bersifat sistematis.
Bagian dari Proyek CREI
PACA dijelaskan dalam jurnal Scientific Reports oleh Noa Scholz-Murcia, Alejandro Rodríguez-Mena, Víctor Madarnás-Gómez, dan Antonio Monleón-Getino dari Universitas Barcelona. Kode sumber PACA dan skrip konversi tiga dimensinya dibuka untuk publik melalui repositori Zenodo sebagai bagian dari prinsip ilmu pengetahuan terbuka.
Pengembangannya terkait dengan proyek CREI yang meneliti produksi resin masif pada periode Kapur dan kaitannya dengan deposit fosil resin atau amber. Proyek itu didanai Kementerian Sains, Inovasi, dan Universitas Spanyol serta dikoordinasikan oleh Antonio Monleón-Getino dan Xavier Delclòs.






