Jarak antara laporan mumi setinggi 10 kaki dan hasil analisis tulang manusia sekitar enam kaki menjadi inti misteri Si-Te-Cah di Nevada. Klaim tentang raksasa penghuni Gua Lovelock terdengar dramatis, tetapi bukti arkeologis yang tersedia tidak mendukung ukuran hingga sekitar tiga meter.
Sejumlah tulang yang pernah diberi label “tulang raksasa” diperiksa pada pertengahan 1970-an. Hasilnya menunjukkan sebagian adalah tulang sapi, sedangkan tulang manusia yang tersisa diduga milik orang Indian.
Ukuran yang Berubah dalam Cerita Lovelock
| Objek atau Temuan | Ukuran yang Disebut | Penjelasan |
|---|---|---|
| Kerangka dari laporan lama | 8,5 kaki | Disebut ditemukan di dasar danau kering dekat Lovelock |
| Mumi dari laporan lama | 10 kaki | Dikaitkan dengan pengawetan mirip Mesir Kuno |
| Sisa manusia yang diperiksa | Sekitar 6 kaki | Dinilai bertubuh besar, bukan manusia raksasa |
Nevada Review-Miner pernah melaporkan penemuan dua kerangka di dasar danau kering dekat Lovelock. Laporan tersebut menyebut ukuran 8,5 kaki dan 10 kaki, yang kemudian ikut membentuk citra Si-Te-Cah sebagai raksasa.
Salah satu sisa bahkan digambarkan sebagai mumi dengan metode pengawetan menyerupai Mesir Kuno. Namun, laporan sensasional itu tidak disertai bukti kuat yang memastikan adanya manusia dengan ukuran seperti itu.
Kumpulan tulang yang berkaitan dengan cerita tersebut tersimpan di lemari lama gedung Nevada Historical Society di Reno. Benda-benda itu diduga berasal dari Gua Lovelock dan ditelaah oleh University of Nevada.
Sheilagh Brooks, yang pernah memimpin departemen antropologi UN-Las Vegas, menilai sebagian tulang dalam koleksi itu berasal dari sapi. Sisa tulang manusia tampaknya milik orang Indian dengan tinggi kira-kira enam kaki.
“Mungkin setinggi enam kaki — besar, tetapi tidak sebesar itu,” kata Brooks. Pernyataan itu menempatkan temuan tersebut sebagai sisa individu bertubuh besar tanpa mengesahkan kisah manusia setinggi 10 kaki.
Kelompok Berambut Merah dalam Tradisi Paiute
Legenda Si-Te-Cah tidak hanya tumbuh dari laporan tulang dan mumi. Dalam tradisi Suku Paiute, kelompok itu diceritakan datang ribuan tahun silam dari sebuah pulau yang jauh.
Mereka diyakini tinggal di Gua Lovelock, memiliki fisik lebih tinggi dan kuat daripada kelompok lokal, serta melakukan kanibalisme. Cerita itu menggambarkan mereka sebagai ancaman bagi leluhur Suku Paiute.
Nama Si-Te-Cah diterjemahkan sebagai pemakan tule. Tule merupakan tanaman air berserat yang disebut digunakan untuk membuat rakit.
Dalam versi legenda, kelompok tersebut menenun tule untuk menyeberangi sisa-sisa Danau Lahontan. Mereka juga diceritakan melintasi samudra menggunakan rakit dari alang-alang.
Kisah Pengepungan di Dalam Gua
Sarah Winnemucca Hopkins, putri seorang kepala Suku Paiute, menuliskan kisah Si-Te-Cah pada 1883. Ia menuturkan bahwa leluhurnya berhasil mengusir kelompok kanibal berambut merah itu ke dalam sebuah gua.
Dalam ceritanya, para pemakan manusia digambarkan sangat ganas dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Mereka disebut mampu melompat, menangkap anak panah yang terbang di atas kepala, lalu menembakkannya kembali kepada musuh.
Unsur cerita lisan tersebut menjelaskan mengapa legenda ini terus memikat perhatian. Namun, tradisi mengenai kelompok yang kuat dan kejam tidak otomatis menjadi bukti fisik tentang keberadaan manusia raksasa.
Menurut kisah yang dikutip inet.detik.com dari Nevadagram, mitos Si-Te-Cah masih hidup dalam sejarah lokal Nevada. Gua Lovelock tetap menjadi titik pertemuan antara ingatan budaya Suku Paiute dan klaim arkeologis yang belum terbukti.






