Perebutan gelar MotoGP masih sangat terbuka karena tersedia 370 poin dalam 10 seri tersisa. Dalam kondisi itu, MotoGP Aragon berpotensi menjadi panggung penting bagi Marc Marquez yang mengantongi delapan kemenangan di sirkuit tersebut.
Marquez menempati peringkat keempat bersama Ducati, tetapi masih berada dalam jarak 41 poin dari puncak klasemen. Rekornya di Aragon membuat posisi tersebut tetap berbahaya bagi para pebalap Aprilia di depan.
Peluang Berubah di Trek yang Dikuasai Marquez
Marc Marquez telah memenangkan balapan Aragon sebanyak delapan kali. Dua kemenangan terbarunya di trek itu terjadi pada 2024 dan 2025.
Catatan tersebut membuatnya menjadi pebalap paling sukses dalam daftar pemenang MotoGP di Aragon. Case Stoner dan Jorge Lorenzo berada di bawahnya dengan masing-masing dua kemenangan.
Aragon karena itu memiliki arti lebih dari sekadar satu seri dalam kalender. Trek ini dapat memberi peluang bagi Marquez untuk mendekati tiga pebalap Aprilia yang kini memegang kendali klasemen.
Martin Tetap Memimpin Klasemen
Jorge Martin memulai seri ini sebagai pemimpin klasemen sementara dengan 240 poin. Marco Bezzecchi dan Ai Ogura melengkapi tiga besar, dengan selisih Martin hingga Ogura hanya 37 poin.
Posisi tersebut menunjukkan Aprilia sedang berada dalam fase yang sangat kuat. Meski begitu, keunggulan tiga pebalapnya belum memisahkan mereka sepenuhnya dari dua rider Ducati di bawahnya.
| Pebalap | Posisi | Motor | Selisih dari Puncak |
|---|---|---|---|
| Jorge Martin | 1 | Aprilia | – |
| Marco Bezzecchi | 2 | Aprilia | Dalam 37 poin |
| Ai Ogura | 3 | Aprilia | Dalam 37 poin |
| Marc Marquez | 4 | Ducati | Dalam 41 poin |
| Fabio Di Giannantonio | 5 | Ducati | Dalam 41 poin |
Rivola Menunggu Gambaran Rival Sesungguhnya
CEO Aprilia Massimo Rivola memandang Aragon sebagai seri yang dapat memperjelas arah persaingan menuju akhir musim. Penilaian itu muncul karena total poin yang tersisa masih sangat besar dan peta klasemen belum benar-benar stabil.
Dalam laporan sport.detik.com, Rivola secara khusus mengakui keunggulan Marquez di sirkuit Aragon. “Kami tahu bahwa Aragon itu lintasannya Marc,” ujar Rivola.
Pernyataan itu menggambarkan kewaspadaan Aprilia terhadap ancaman yang didukung catatan konkret. Marquez tidak perlu memimpin klasemen untuk menjadi faktor penting ketika balapan berlangsung di trek favoritnya.
Rivola juga menilai hasil Aragon bisa memberi petunjuk mengenai penantang utama gelar pada seri berikutnya. “Masih ada 370 poin yang diperebutkan, tapi Aragon bisa memberi kami sebuah gambaran siapa yang akan jadi pesaing juara sesungguhnya ke depannya,” imbuhnya.
Bagi Martin, Bezzecchi, dan Ogura, Aragon menjadi kesempatan mempertahankan momentum Aprilia. Pada saat bersamaan, seri ini menjadi ujian langsung terhadap kemampuan mereka menahan laju Marquez di lintasan yang paling sering dimenangkannya.






