Mitsubishi memasang harapan besar pada Xforce HEV dengan target penjualan mendekati 1.000 unit per bulan. Sasaran itu sekitar dua kali lipat dibandingkan penjualan Xforce yang sebelumnya disebut berada di kisaran 500 unit per bulan.
Varian hybrid ini menjadi pilihan Mitsubishi untuk memperkuat posisi di segmen SUV kompak. Di sisi lain, Xpander Hybrid yang telah dipasarkan di Thailand belum ikut dibawa ke Indonesia.
Xforce Membutuhkan Dorongan Penjualan Baru
Penjualan Xforce belum konsisten memasuki 20 besar penjualan mobil nasional. Kehadiran Xforce HEV diharapkan dapat menjadi pembeda bagi SUV tersebut di tengah persaingan yang semakin ramai.
Mitsubishi menilai segmen SUV kompak memiliki peluang pertumbuhan yang lebih menjanjikan dibandingkan periode sebelumnya. Karena alasan itu, model hybrid pertama perusahaan di pasar lokal justru datang dari lini Xforce, bukan dari MPV Xpander.
| Model | Posisi di Indonesia | Peran atau Kondisi |
|---|---|---|
| Xforce HEV | Sudah diperkenalkan | Diharapkan meningkatkan penjualan Xforce |
| Xpander Hybrid | Belum diperkenalkan | Telah tersedia di Thailand |
| Outlander PHEV | Tidak lagi dipasarkan | Penjualan sebelumnya kurang baik |
Langkah Awal Mobil Hybrid Mitsubishi
Xforce HEV sebelumnya sudah diluncurkan di Thailand sejak tahun lalu. Model ini kemudian menjadi kendaraan hybrid pertama Mitsubishi yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia.
Kehadirannya menambah opsi kendaraan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan Xforce dengan mesin konvensional. Langkah tersebut juga memperluas lini elektrifikasi Mitsubishi yang sebelumnya belum mencakup mobil hybrid di Indonesia.
Pendekatan hybrid dipilih saat persaingan SUV kompak menawarkan teknologi yang makin beragam. Beberapa model pesaing telah hadir sebagai plug-in hybrid electric vehicle maupun kendaraan listrik murni.
Merek Jepang pada umumnya masih menjalankan strategi elektrifikasi secara bertahap. Mobil hybrid menjadi tahap awal sebelum penjualan PHEV dan kendaraan listrik berbasis baterai diperluas.
Tekanan Baru di Segmen MPV
Ketidakhadiran Xpander Hybrid menjadi semakin menarik setelah Toyota membawa Veloz HEV. Model tersebut berpotensi menjadi pesaing langsung jika Mitsubishi memutuskan menghadirkan Xpander Hybrid di Indonesia.
Segmen MPV tujuh penumpang masih memiliki peminat besar, sehingga elektrifikasi di kelas ini berpotensi memengaruhi persaingan. Xpander juga masih disebut rutin berada di tiga besar penjualan pada segmen low MPV.
Namun, Mitsubishi memandang potensi Xpander Hybrid belum sebesar Xforce HEV untuk saat ini. Pertimbangan itu membuat fokus perusahaan lebih dulu diarahkan ke SUV kompak.
Lini Xpander Tetap Berjalan di Thailand
Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid masih menjadi bagian dari jajaran Mitsubishi di Thailand. Kedua lini MPV itu juga mendapat penyegaran beberapa bulan lalu, meski perubahan yang dilakukan tidak disebut besar.
Pembaruan tersebut memperlihatkan bahwa Mitsubishi tetap mempertahankan keluarga Xpander di pasar luar negeri. Di Indonesia, Xpander Cross belakangan disebut telah keluar dari lima besar penjualan di segmennya.
Elektrifikasi Setelah Outlander PHEV
Mitsubishi pernah memasarkan Outlander PHEV di Indonesia, tetapi penjualannya dihentikan setelah hasilnya kurang baik. Generasi terbaru Outlander PHEV telah tersedia di luar negeri selama beberapa tahun tanpa kembali dipasarkan di Indonesia.
Dengan Xforce HEV, Mitsubishi memulai lagi penguatan kendaraan elektrifikasi melalui SUV kompak. Nasib Xpander Hybrid di Indonesia masih terbuka, terutama ketika persaingan MPV hybrid mulai menguat.






