Pesan Rektor USU untuk Mahasiswa Baru, Peluang Karier Butuh Moral dan Komunikasi

Peluang karier bagi lulusan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran akademik. Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, menekankan perlunya moral dan kemampuan komunikasi sebagai bekal yang melengkapi kecerdasan.

Menurutnya, mahasiswa dengan banyak ide tetap perlu mampu menjelaskan pemikirannya kepada orang lain. Cara menyampaikan pesan secara baik dan mudah dipahami menjadi unsur penting dalam membangun prestasi.

Bekal yang Saling Melengkapi

Muryanto merangkum kesiapan mahasiswa dalam tiga unsur utama, yakni kepintaran, moral, dan kemampuan komunikasi. Ketiganya dipandang sebagai fondasi untuk menjalani proses pendidikan sekaligus menyiapkan langkah setelah lulus.

Bekal UtamaFungsi
KepintaranMendukung mahasiswa dalam mengembangkan ide dan gagasan.
MoralMengarahkan sikap saat belajar dan berhubungan dengan orang lain.
Kemampuan KomunikasiMemudahkan penyampaian gagasan secara efektif, santun, dan jelas.

Ia menilai perpaduan bekal tersebut dapat membantu mahasiswa mengukir prestasi selama menempuh pendidikan. Kesiapan itu juga dikaitkan dengan kesempatan lulusan memperoleh pekerjaan lebih cepat.

“Itu menurut saya sudah menuju pada kesempurnaan untuk mengukir prestasi dan karir. Dan menjadi jaminan Anda menjadi lulusan terbaik, pun nanti setelah lulus cepat dapat pekerjaan,” ujar Muryanto.

Komunikasi Bukan Sekadar Pelengkap

Kemampuan berkomunikasi disebut perlu diasah secara konsisten, bukan hanya saat mahasiswa tampil dalam forum resmi. Mahasiswa perlu membiasakan diri menyampaikan ide, gagasan, atau pikiran dengan bahasa yang dapat dimengerti lawan bicara.

“Anda harus terlatih menyampaikan ide, gagasan, atau pikiran anda kepada orang lain dengan cara yang baik. Dengan cara yang mudah dipahami,” kata Muryanto seperti dikutip dari laman Ditjen Dikti Kemendiktisaintek.

Latihan komunikasi juga berkaitan dengan cara mahasiswa menjaga sikap saat berinteraksi. Pesan perlu disampaikan secara efektif tanpa mengabaikan kesantunan dan tanpa menyakiti orang lain.

Di lingkungan kampus, kebutuhan itu muncul dalam hubungan dengan dosen dan sesama mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami bahan kuliah, tetapi juga perlu dapat berdialog dan bekerja sama dengan baik.

Memulai dari Masa Pengenalan Kampus

Pesan tersebut disampaikan dalam PKKMB USU 2026 yang dimulai pada Rabu (12/8). Masa pengenalan kampus menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal aktivitas akademik, relasi sosial, serta peluang pengembangan diri.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, meminta mahasiswa baru terlibat aktif dalam sesi yang tersedia. Mereka diminta tidak sungkan bertanya apabila menemukan informasi yang belum dipahami.

Poppy juga mengajak mahasiswa membangun hubungan baik dengan rekan seangkatan dan dosen. Langkah tersebut dinilai penting karena awal perkuliahan merupakan masa untuk membentuk relasi dan menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus.

“Karena ini adalah momen yang sangat berharga untuk memulai babak baru dalam kehidupan kalian,” kata Poppy. PKKMB dengan demikian menjadi ruang awal untuk membangun sikap, komunikasi, dan jejaring.

Memanfaatkan Ruang Pengembangan Diri

Muryanto meminta mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia selama masa studi. Ia juga menyampaikan rencana pendirian sport science yang mengintegrasikan olahraga dengan akal pikiran.

Nalar dan olahraga, menurutnya, dapat menjadi satu kaitan dalam jiwa mahasiswa USU. Fasilitas dan kegiatan kampus diharapkan memberi dukungan bagi mahasiswa untuk berkembang dan menorehkan prestasi.

Rektor USU menegaskan bahwa kesempatan selama perkuliahan tidak datang dua kali. “Gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan tinggalkan sedetik pun kesempatan emas ini,” kata Muryanto kepada mahasiswa baru.

Baca Juga