MBG Disebut Amanat Kampanye Prabowo, BGN Tegaskan Tak Berwenang Membubarkannya

Program Makan Bergizi Gratis disebut Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono sebagai komitmen politik Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan sejak masa kampanye. Karena itu, BGN menegaskan tidak berada pada posisi untuk memutuskan penghentian atau pembubaran MBG.

Sudaryono menyebut program tersebut sebagai “tender politik” Presiden. Ia menempatkan tugas BGN pada pembenahan tata kelola agar tujuan penyediaan gizi bagi kelompok sasaran dapat terlaksana.

Targetnya Gizi Aman bagi Kelompok Sasaran

Fokus utama BGN adalah menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. Penyelenggaraan MBG diharapkan membuat manfaat program dapat diterima oleh kelompok-kelompok tersebut.

Program ini tidak hanya diarahkan pada distribusi makanan. Sudaryono juga menyinggung harapan agar pelaksanaan MBG dapat memberi dampak positif bagi aktivitas ekonomi di desa-desa.

Perbaikan tata kelola menjadi bagian penting dari arah pelaksanaan program. Langkah itu diperlukan agar layanan pemenuhan gizi dapat dijalankan secara lebih baik dan transparan.

Sorotan Keracunan dan Dugaan Penipuan

Pelaksanaan MBG menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, termasuk kasus keracunan makanan. Ada pula dugaan penipuan yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

SPPG merupakan dapur MBG yang menjalankan layanan pemenuhan gizi di lapangan. Sudaryono menyatakan telah menerima banyak masukan mengenai persoalan tersebut untuk dijadikan bahan evaluasi.

Menurut laporan finance.detik.com, respons Sudaryono tidak mengarah pada penghentian program. Ia memilih menekankan evaluasi dan pembenahan pengelolaan demi memperbaiki pelaksanaan MBG.

Tuntutan Pembubaran Dinilai Bukan Ruang Kerja Lembaga

Sudaryono menanggapi kritik yang menyerukan penghentian MBG maupun pembubaran BGN. Ia menilai tuntutan itu tidak termasuk keputusan yang dapat diambil oleh lembaga yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Sudaryono baru dilantik sebagai kepala BGN pada hari yang sama.

Ia menegaskan BGN akan memusatkan kerja pada pembenahan pelaksanaan program. Pengelolaan yang lebih baik dinilai menjadi jalan untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Waspada Pihak yang Mengaku Memiliki Kedekatan

Sudaryono turut mengingatkan masyarakat dan pelaksana program agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dekat dengannya. Pihak tersebut dapat membawa nama keluarga, teman, alumni, atau hubungan lain untuk memperoleh perhatian khusus.

Ia juga menyoroti potensi permintaan uang dan tekanan terhadap jajaran internal maupun SPPG. Tindakan yang mengatasnamakan dirinya tetapi tidak benar, menurut Sudaryono, dapat dilaporkan kepada pihak berwajib.

Peringatan itu dimaksudkan untuk mencegah intervensi dan praktik yang tidak semestinya dalam pelaksanaan MBG. BGN menempatkan pengawasan serta pembenahan tata kelola sebagai bagian dari upaya menjaga program tetap berjalan sesuai tujuan.

Baca Juga