M6 DM Salurkan 1.825 Unit saat Status Produksi Lokal BYD Masih Belum Tercatat

BYD M6 DM mencatat distribusi 1.825 unit pada Juni 2026, sementara status produksi lokal BYD belum tercantum dalam data Gaikindo hingga bulan tersebut. Model Dual Mode itu menjadi salah satu penyaluran terbesar BYD pada saat informasi mengenai asal pasokan kendaraan masih menjadi perhatian.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, memberi sinyal bahwa M6 DM telah dipersiapkan dengan komponen yang diproduksi di Indonesia. Namun, pernyataan tersebut belum disertai penegasan resmi mengenai status perakitan lokal model itu.

“Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal),” ujar Luther. Ia menambahkan bahwa M6 DM disiapkan secara khusus untuk Indonesia dan dilengkapi komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri.

Distribusi Tiga Model Menjadi Penopang Utama

Selain M6 DM, BYD Atto 1 menjadi model dengan distribusi tertinggi pada Juni 2026 sebanyak 2.249 unit. BYD M6 menyusul dengan penyaluran 827 unit pada periode yang sama.

ModelDistribusi Juni 2026Keterangan
BYD Atto 12.249 unitDistribusi tertinggi
BYD M6 DM1.825 unitModel Dual Mode
BYD M6827 unitJajaran distribusi terbesar

Secara keseluruhan, wholesales BYD pada Juni 2026 mencapai 5.264 unit. Penjualan retail dari dealer kepada konsumen juga tercatat 3.757 unit, mencerminkan besarnya permintaan terhadap kendaraan BYD.

Namun, model-model dengan distribusi terbesar itu tidak sejalan dengan catatan impor BYD sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dalam data yang dikutip oto.detik.com dari Gaikindo, impor BYD pada periode tersebut hanya mencakup Seal dan Atto 3.

Penurunan Impor di Tengah Tingginya Penjualan

Volume impor BYD selama Januari hingga Juni 2026 berada di angka 536 unit. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, impor kendaraan utuh atau CBU dari China tercatat mencapai 14.179 unit.

IndikatorPeriodeJumlah
Wholesales BYDJuni 20265.264 unit
Retail BYDJuni 20263.757 unit
Impor BYDJanuari-Juni 2026536 unit
Impor BYDJanuari-Juni tahun sebelumnya14.179 unit

Selama ini, BYD mengandalkan pasokan CBU dari China untuk seluruh produknya di Indonesia. Karena itu, rendahnya angka impor bersamaan dengan tingginya distribusi Atto 1, M6 DM, dan M6 mengarahkan perhatian pada fasilitas perusahaan di Subang Metropolitan.

Fasilitas Subang Disebut Sudah Menghasilkan Kendaraan

Luther sebelumnya menyebut fasilitas di Subang telah menghasilkan sejumlah kendaraan. Ia mengatakan beberapa kendaraan yang dipakai untuk test drive telah diproduksi di fasilitas tersebut.

“Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut,” jelasnya pada Juni. Pernyataan ini menjadi penjelasan awal atas kemungkinan adanya pasokan dari fasilitas Subang.

Meski demikian, data produksi Gaikindo hingga Juni 2026 belum mencantumkan BYD sebagai merek yang melakukan perakitan kendaraan di Indonesia. Dalam daftar 26 merek produsen yang tercatat terdapat Toyota, Hyundai, Wuling, Geely, Chery, Xpeng, dan Maxus.

Catatan produksi resmi tersebut belum menampilkan aktivitas Pabrik BYD Subang, sekalipun perusahaan telah menyampaikan adanya kendaraan dari fasilitas itu. Status ini membuat keterkaitan antara produksi lokal, impor, dan distribusi BYD masih menunggu pencatatan yang lebih jelas.

Baca Juga