Kelas Astra Honda Racing School (AHRS) di Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 menjadi salah satu pijakan awal bagi pebalap muda yang ingin menuju kompetisi lebih tinggi. Dari program pembinaan ini, sejumlah pebalap Indonesia pernah melanjutkan perjalanan ke ajang balap internasional.
Jalur tersebut tidak dibangun melalui keunggulan mesin semata. Peserta AHRS ditempa dalam persaingan dengan motor seragam agar kemampuan dasar dan ketahanan mental mereka terlihat jelas.
Alumni yang Melangkah ke Level Lebih Tinggi
PT Astra Honda Motor menjalankan AHRS sebagai program pembinaan bagi pebalap muda. Sejumlah nama yang pernah mengikuti program itu kemudian tampil dalam kejuaraan di luar negeri.
Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, Andi Gilang, Mario Aji, Kiandra Ramadhipa, dan Veda Ega Pratama masuk dalam daftar pebalap binaan yang pernah melalui program tersebut. Mereka pernah berkiprah di Asia Road Racing Championship, Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, FIM Moto3 Junior World Championship, serta kelas Moto3 dan Moto2.
Keberadaan para alumni itu memberi gambaran bahwa kelas junior dapat menjadi tahapan awal menuju persaingan yang lebih luas. Namun, peserta tetap harus melewati proses pembuktian kemampuan di setiap balapan.
Balapan Seragam di Purwokerto
Pembuktian tersebut berlangsung pada seri kedua AHDC 2026 di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto. Sebanyak 14 pebalap tampil di kelas AHRS dan menjalani balapan 12 lap menggunakan Honda NSF 100.
Seluruh motor memiliki spesifikasi yang sama. Kondisi ini menuntut pebalap untuk mengandalkan kecepatan, konsistensi, serta keputusan yang tepat sepanjang perlombaan.
| Posisi | Pebalap | Pencapaian |
|---|---|---|
| 1 | Clevan Louis Valera | Pemenang |
| 2 | Rafif Sadya Baehaqi | Podium kedua |
| 3 | Gandewo Abimanyu | Podium ketiga |
Clevan Louis Valera merebut kemenangan pada seri kedua tersebut. Rafif Sadya Baehaqi dan Gandewo Abimanyu menyusul di posisi kedua serta ketiga.
Pengingat dari Lulusan AHRS
Gerry Salim hadir menyaksikan persaingan para pebalap muda di Purwokerto. Menurut Kompas.com, lulusan AHRS itu turut memantau perkembangan peserta dalam proses pembinaan.
Ia meminta para peraih podium tidak berhenti puas pada hasil saat ini. “Tentunya, ini baru awal, jangan cepat puas. Biar bisa menyusul kayak (Kiandra) Ramadhipa dan Veda (Ega Pratama),” kata Gerry.
Format balap dengan motor seragam menempatkan kemampuan pebalap sebagai faktor utama dalam pencapaian hasil. Bagi peserta AHRS, balapan di Purwokerto menjadi tolok ukur awal untuk menyiapkan langkah menuju jenjang balap berikutnya.






