Lulusan Siap Kerja Jadi Senjata China Menjaga Dominasi Logam Tanah Jarang

Dominasi China dalam industri logam tanah jarang didukung oleh pasokan lulusan yang disiapkan untuk masuk ke dunia kerja. Kekuatan ini dibangun melalui hubungan erat antara kampus, laboratorium, lembaga riset, dan kawasan pengolahan.

Di Baotou, Mongolia Dalam, pendidikan rare earth tumbuh di dekat pusat industri dan tambang logam tanah jarang terbesar di dunia. Kedekatan lokasi tersebut membuat jalur dari pembelajaran menuju pekerjaan menjadi lebih singkat.

Pusat Pembinaan Ahli di Baotou

Inner Mongolia University of Science and Technology merupakan salah satu kampus yang menjalankan pendidikan terkait rare earth. Mahasiswanya mempelajari proses dari eksplorasi sampai pengembangan material untuk kebutuhan teknologi.

Setelah lulus, banyak mahasiswa bekerja di perusahaan pengolahan rare earth di kawasan industri Baotou. Pilihan lain bagi lulusan adalah melanjutkan riset di Baotou Rare Earth Research Institute.

Unsur EkosistemSkala yang Disebutkan
Laboratorium khususLebih dari 40 laboratorium rare earth
Universitas dan politeknik11 institusi pendukung
Penerimaan mahasiswa baruLebih dari 500 mahasiswa per tahun pada program terkait rare earth

Ekosistem tersebut menunjukkan pendidikan tidak berjalan sendiri dari kebutuhan industri. Laboratorium dan kampus berperan dalam memasok tenaga kerja maupun mendukung inovasi material.

Keterampilan Praktis Menjadi Pembeda

Program sarjana khusus logam tanah jarang disebut menjadi keunggulan yang sulit ditiru oleh negara lain. Materi yang dipelajari mencakup pemisahan, pemurnian, dan pemanfaatan material, selain tahap eksplorasi.

Constantine Karayannopoulos, mantan CEO Neo Performance Materials dan Molycorp, menilai lulusan China lebih cepat memberikan kontribusi di tempat kerja. Penilaian tersebut menggambarkan peran keterampilan praktis dalam pendidikan sektor ini.

“Di China, saya dulu merekrut lulusan yang baru keluar dari universitas dan mereka langsung produktif. Di negara lain, saya harus melatih mereka selama tiga tahun,” ujar Karayannopoulos seperti dikutip Reuters.

Menurut inet.detik.com, China telah membangun fondasi sumber daya manusia rare earth selama puluhan tahun. Pendekatan itu menjaga ketersediaan insinyur, peneliti, dan tenaga ahli baru dari tahun ke tahun.

Persaingan Melampaui Tambang

Logam tanah jarang adalah kelompok 17 unsur logam yang dibutuhkan untuk magnet berkinerja tinggi dan berbagai komponen teknologi. Pemanfaatannya meliputi kendaraan listrik, turbin angin, ponsel pintar, serta chip semikonduktor.

Material tersebut juga digunakan pada radar, rudal berpemandu, dan pesawat tempur. Karena kegunaannya luas, pembangunan rantai pasok memerlukan penguasaan pengolahan mineral dan riset material, bukan hanya cadangan bahan baku.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat kini berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan China. Namun, mereka perlu mengejar kemampuan untuk mencetak tenaga ahli di samping membuka tambang atau fasilitas pemurnian baru.

Baca Juga